Israr Megantara Bidik Liga Spanyol, Mimpi Besar dari Kabupaten Bekasi untuk Dunia
Karier gemilang tak selalu lahir dari kota besar atau fasilitas mewah. Dari Tambun, Kabupaten Bekasi, seorang pemuda bernama Israr Megantara tengah menapaki jalur yang bisa mengubah peta futsal Indonesia. Di usia yang baru menginjak 21 tahun, ia sudah memantapkan diri sebagai pivot Timnas Futsal Indonesia dan kini mengarahkan pandangan ke kompetisi elite Eropa.
Performa konsistennya bersama klub dan Timnas membuat namanya kian diperhitungkan. Gaya bermainnya lugas—kuat dalam duel, cepat membaca ruang, dan efektif menuntaskan peluang. Karakter itu menjadikannya salah satu tumpuan lini depan Merah Putih dalam berbagai ajang internasional.
Ambisinya tak berhenti di level nasional. Israr secara terbuka menyatakan keinginannya berkarier di luar negeri, khususnya di Liga Futsal Spanyol yang dikenal sebagai salah satu yang paling kompetitif di dunia.
“Bermain di klub futsal luar negeri menjadi keinginan terbesar saya. Ingin menimba ilmu di sana,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Peluang tersebut muncul setelah klub asal Galicia, Burela FS, menunjukkan minat serius. Klub yang berkiprah di Segunda División itu memantau perkembangan Israr sejak 2025, termasuk saat sang pemain menjalani masa trial di Spanyol.
Dalam periode uji coba tersebut, Israr tampil impresif dengan mencetak lima gol. Penampilan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemain muda Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing di kompetisi Eropa.
Meski demikian, kepindahan ke Spanyol masih menunggu kepastian. Israr saat ini masih terikat kontrak dengan Cosmo JNE FC, sehingga proses negosiasi bergantung pada keputusan manajemen klub.
“Masih menunggu informasi dari manajemen. Belum tahu apakah kontrak diperpanjang atau tidak,” katanya.
Selain bersinar di level klub, Israr juga menunjukkan kapasitasnya di ajang AFC Futsal Asian Cup 2026. Ia menjadi bagian dari skuad Indonesia yang melangkah hingga final dan mencatat kemenangan penting atas Jepang di semifinal. Penampilan eksplosifnya, termasuk torehan hattrick saat menghadapi Iran, memperkuat reputasinya sebagai salah satu pivot muda potensial di Asia.
Jika transfer ke Spanyol terealisasi, Israr berpeluang mengikuti jejak Evan Soumilena yang lebih dahulu mencicipi kompetisi Eropa. Langkah tersebut sekaligus membuka jalan lebih lebar bagi talenta futsal Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Di luar lapangan, Israr juga menunjukkan komitmen pada pendidikan. Ia tercatat sebagai mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Surabaya, membagi waktu antara latihan intensif dan tanggung jawab akademik.
Baginya, perjalanan karier bukan sekadar tentang kontrak profesional atau sorotan publik. Ia ingin terus berkembang dan membawa Indonesia tampil di panggung dunia.
“Target saya bukan hanya bermain di luar negeri, tapi juga membawa Indonesia ke Piala Dunia Futsal,” tegasnya.
Dari lapangan futsal di Bekasi hingga peluang kontrak di Spanyol, langkah Israr Megantara mencerminkan keberanian generasi muda Indonesia untuk bermimpi lebih besar—dan bekerja keras untuk mewujudkannya.




