Kemenhaj Wacanakan Jemaah Umrah Berangkat dari Asrama Haji Daerah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyatakan jemaah umrah ke depan akan diberangkatkan melalui asrama haji di masing-masing daerah. Kebijakan ini tengah dirancang sebagai bagian dari upaya optimalisasi layanan serta penguatan dampak ekonomi dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat rapat kerja bersama Badan Legislasi DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut Dahnil, Presiden menyoroti besarnya arus dana keluar (cash outflow) dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Pemerintah pun diminta memikirkan skema yang mampu memberikan efek ekonomi lebih besar di dalam negeri.
“Presiden menyebutkan selama ini haji dari sisi ekonomi cash outflow, uang keluar dari negara lain. ‘Coba dipikirkan keluar dari kantong kanan masuk kantong kiri’,” ujar Dahnil.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah menyusun desain kebijakan agar jemaah umrah diberangkatkan melalui asrama haji sebelum menuju bandara keberangkatan.
“Kami sedang merancang supaya jemaah umrah nanti berangkat dari asrama haji dan Garuda akan menyediakan semua sarana keberangkatan,” tambahnya.
Skema tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi berbagai sektor, mulai dari pengembangan kawasan kampung haji, peningkatan konsumsi lokal, layanan transportasi, hingga optimalisasi fungsi dan fasilitas asrama haji di daerah.
Selain aspek ekonomi, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi kepadatan dan penumpukan jemaah di bandara, terutama pada musim keberangkatan tinggi.
Pemerintah masih mematangkan regulasi teknis serta skema operasional sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara menyeluruh.





