Ramai di Medsos, Dugaan Penyalahgunaan PIN Hamil di Commuter Line Diselidiki

Dalam video yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan kemeja garis-garis hitam putih duduk di kursi prioritas dengan mengenakan PIN ibu hamil. Pengunggah video menilai terdapat kejanggalan karena PIN tersebut disebut telah melewati masa berlaku.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang penumpang Commuter Line menggunakan PIN prioritas ibu hamil meski diduga telah melewati Hari Perkiraan Lahir (HPL) viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu perdebatan publik terkait potensi penyalahgunaan fasilitas prioritas di transportasi umum.

Dalam video yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan kemeja garis-garis hitam putih duduk di kursi prioritas dengan mengenakan PIN ibu hamil. Pengunggah video menilai terdapat kejanggalan karena PIN tersebut disebut telah melewati masa berlaku.

Melalui keterangan video, akun TikTok yang mengunggah rekaman itu meminta KAI Commuter melakukan evaluasi terhadap mekanisme penggunaan PIN ibu hamil.

“Tolong dikaji lagi dong penggunaan pin ibu hamil supaya tidak disalahgunakan. Harus ada triggered yg buat orang mau balikin pinnya. Misal pake deposit kek, atau apa kek. Ini pin udah exp knp masih dipake terus?” tulis akun tersebut dalam keterangannya.

Unggahan tersebut kemudian ramai mendapat respons dari warganet yang mempertanyakan sistem pengawasan serta mekanisme pengembalian PIN setelah masa kehamilan berakhir.

Menanggapi polemik itu, Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran terkait dugaan pelanggaran tersebut.

“Petugas melakukan konfirmasi H+1 bulan HPL untuk pengembalian PIN melalui email. Jadi kami memberikan batas waktu selama satu bulan untuk mengembalikan PIN tersebut,” ujar Leza.

Ia menjelaskan bahwa KAI Commuter telah memiliki prosedur pengembalian PIN ibu hamil, yakni melalui pemberitahuan kepada pemegang PIN setelah melewati satu bulan dari HPL. Meski demikian, perusahaan tetap melakukan investigasi untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas prioritas.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga hak kelompok prioritas di transportasi publik, termasuk ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan penumpang dengan kebutuhan khusus lainnya.

Tutup