Video Konspirasi Pemilu di Akun Trump Picu Kecaman Kubu Demokrat
Konten yang dibagikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik luas dan menuai kecaman dari kubu Demokrat. Kali ini, kontroversi muncul setelah Trump mengunggah sebuah video bernuansa teori konspirasi pemilu yang dinilai mengandung unsur rasis.
Video tersebut diunggah Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat. Dalam tayangan itu, mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama digambarkan sebagai monyet, sebuah representasi yang langsung menuai kecaman keras.
Selain memuat visual yang dianggap menghina, video tersebut juga kembali mengangkat narasi lama terkait dugaan kecurangan Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020. Konten itu mengulang tuduhan yang telah dibantah sebelumnya, yakni klaim bahwa Dominion Voting Systems terlibat dalam upaya mencuri kemenangan Trump pada pemilu tersebut.
Narasi kecurangan pemilu yang disebarkan dalam video itu selama ini telah dinyatakan tidak memiliki dasar hukum maupun bukti oleh berbagai lembaga peradilan di Amerika Serikat.
Unggahan tersebut segera mendapat reaksi keras dari sejumlah tokoh Partai Demokrat. Salah satu kecaman datang dari kantor Gubernur California Gavin Newsom, yang dikenal sebagai kritikus vokal Trump dan disebut-sebut sebagai kandidat potensial presiden dari Partai Demokrat pada Pemilu 2028.
Melalui unggahan di platform X, pihak Newsom mengecam konten yang dibagikan Trump dan menilai video tersebut sebagai bentuk provokasi yang berbahaya serta merusak nilai demokrasi dan persatuan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Trump belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait unggahan tersebut. Namun, insiden ini kembali mempertegas ketegangan politik yang masih membelah Amerika Serikat, terutama menjelang dinamika awal menuju kontestasi pemilu mendatang.



