Singapura Kaji Undangan AS untuk Bergabung dalam Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Donald Trump (Foto: ABC Australia)

Pemerintah Singapura tengah menelaah tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar negara tersebut bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Evaluasi ini dilakukan menyusul undangan terbuka yang disampaikan Washington kepada sejumlah negara mitra strategis.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengungkapkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan lima anggota parlemen dalam sidang parlemen, sebagaimana dilaporkan The Straits Times, Kamis (5/2/2026).

Balakrishnan menjelaskan bahwa undangan dari Amerika Serikat masih berada pada tahap awal dan belum diikuti keputusan resmi dari pemerintah Singapura. Menurutnya, setiap inisiatif internasional perlu dikaji secara menyeluruh, termasuk tujuan, struktur, serta implikasi strategisnya bagi kepentingan nasional Singapura.

Dewan Perdamaian diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump pada 16 Januari 2026 sebagai forum internasional baru yang diklaim bertujuan mendorong stabilitas dan penyelesaian konflik global. Dewan tersebut akan diisi oleh sejumlah tokoh politik dan ekonomi berpengaruh.

Beberapa nama yang tercantum sebagai anggota BoP antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Presiden Trump Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Selain itu, dewan ini juga melibatkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

Tak hanya itu, Trump juga menyampaikan undangan kepada sejumlah pemimpin dunia lainnya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian, termasuk dari Rusia dan Belarus. Langkah tersebut memicu perhatian internasional mengingat dinamika geopolitik global yang masih diwarnai ketegangan di berbagai kawasan.

Hingga kini, Singapura belum menyampaikan sikap final terkait tawaran tersebut dan menegaskan akan mempertimbangkan seluruh aspek sebelum mengambil keputusan resmi.

Tutup