Israel Bombardir Tenda Pengungsian Gaza, 11 Orang Dilaporkan Tewas

Gaza

Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/2026) waktu setempat. Dalam serangan terbaru tersebut, sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas setelah bom menghantam tenda pengungsian dan sebuah apartemen yang menjadi tempat perlindungan warga sipil.

Kantor berita AFP melaporkan, serangan itu terjadi saat perjanjian gencatan senjata masih berlaku di Jalur Gaza sejak Oktober 2025.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, mengatakan kepada AFP bahwa selain menewaskan sedikitnya 11 orang, serangan tersebut juga menyebabkan sekitar 20 warga lainnya mengalami luka-luka.

“Korban tewas dan luka terjadi akibat serangan yang dilakukan oleh pendudukan Israel yang menargetkan warga sipil di sebuah tenda pengungsian dan sebuah apartemen,” ujar Barsh.

Ia menambahkan, serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berjalan. Menurut Barsh, kondisi di Gaza semakin memprihatinkan akibat keterbatasan pasokan medis, obat-obatan, serta peralatan kesehatan.

“Israel terus melakukan pelanggaran berat terhadap perjanjian gencatan senjata, sementara kami menghadapi kekurangan pasokan medis yang sangat parah,” katanya.

Sebagai informasi, gencatan senjata di Jalur Gaza dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak Oktober 2025. Kesepakatan tersebut kini telah memasuki fase kedua pada Januari 2026, yang mencakup agenda perlucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

Namun, serangan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran akan rapuhnya implementasi gencatan senjata di wilayah tersebut.

Tutup