Viral Curhatan Putra Indy Barends, Soroti Anak yang Tak Didengar di Rumah
Konten kreator TikTok Manuel Sarmanella mendadak menjadi sorotan publik setelah mengunggah video curahan hati terkait kesehatan mental dan relasi orang tua–anak. Unggahan tersebut viral karena dinilai merepresentasikan kegelisahan banyak anak muda yang merasa tidak didengar di lingkungan keluarga.
Manuel, yang diketahui merupakan putra dari presenter Indy Barends, membagikan curhatan tersebut melalui akun TikTok @manuelsaidwhat_. Dalam salah satu videonya, ia menekankan bahwa kesehatan mental merupakan hal paling penting, melebihi ambisi, pencapaian, maupun tuntutan hidup yang sedang dikejar seseorang.
Ia juga menyampaikan pesan penyemangat agar setiap individu tetap berusaha dan tidak menyerah menghadapi tekanan hidup. Video tersebut menuai empati luas dari warganet dan memicu ribuan komentar dukungan.
Indy Barends turut merespons unggahan tersebut dengan meninggalkan komentar bernada penuh kasih. “Manuel.. mama selalu ada buat kamu,” tulis Indy.
Namun, balasan Manuel justru membuka ruang diskusi yang lebih dalam mengenai pola komunikasi antara orang tua dan anak. Ia mempertanyakan mengapa banyak anak merasa takut untuk berbicara jujur kepada orang tua mereka.
“Pendapat dan plan aku suka nggak didengerin, suka terlalu dipaksa. Anak selalu dianggap salah,” tulis Manuel dalam kolom komentar.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak anak memilih menarik diri sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan mental. Ia menilai sulit bagi anak untuk merasa nyaman berada di sekitar orang tua yang tidak memberikan ruang dialog yang sehat dan setara.
Dalam unggahan lain yang juga viral, Manuel menyentil standar ganda yang kerap terjadi dalam keluarga. Ia menuliskan kalimat yang memantik refleksi publik.
“Banyak yang bilang ‘dengerin orang tuamu selagi mereka masih ada’. Kalau gitu, kenapa nggak ‘ngertiin anakmu selagi dia belum putus asa’?”
Serangkaian unggahan tersebut memicu diskusi luas di media sosial. Banyak warganet mengaku mengalami situasi serupa dan merasa pesan Manuel mewakili suara anak-anak yang tumbuh di bawah tekanan ekspektasi orang tua tanpa ruang komunikasi yang aman.
Fenomena ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan mental serta perlunya membangun hubungan orang tua dan anak yang lebih terbuka, empatik, dan saling mendengarkan.




