Tekan Trump Soal Greenland, Jerman Wacanakan Boikot Piala Dunia 2026

Militer Jerman.

Pemerintah Jerman membuka opsi boikot Piala Dunia 2026 sebagai respons politik jika Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump benar-benar melakukan aneksasi terhadap Greenland. Wacana tersebut mencuat di tengah meningkatnya kembali ketegangan diplomatik terkait status wilayah otonom Denmark itu.

Juru bicara kebijakan luar negeri fraksi CDU/CSU di parlemen Jerman, Jurgen Hardt, menegaskan bahwa boikot ajang sepak bola terbesar dunia tersebut bukan langkah utama, melainkan opsi terakhir untuk memberi tekanan politik kepada Washington.

“Penolakan untuk berpartisipasi dalam turnamen akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir agar Presiden Trump berpikir jernih terkait isu Greenland,” ujar Hardt.

Menurutnya, Jerman bersama mitra Eropa lainnya masih mengedepankan jalur diplomasi dan hukum internasional. Namun, apabila terjadi pelanggaran serius terhadap kedaulatan wilayah, maka respons simbolik dan politik, termasuk di bidang olahraga, tidak dapat dikesampingkan.

Isu Greenland sendiri bukan hal baru dalam hubungan internasional AS. Donald Trump pertama kali menyampaikan ketertarikannya untuk membeli wilayah tersebut dari Denmark saat menjabat sebagai presiden pada periode 2017–2021. Saat itu, Trump bahkan disebut menawarkan kompensasi hingga 600 juta dolar AS per tahun untuk penggunaan pulau tersebut dalam jangka panjang.

Setelah kembali menjabat pada awal 2024, Trump kembali mengangkat isu Greenland, meski sempat mereda dari perhatian publik. Namun, pembahasan kembali menguat pada Januari 2026, bertepatan dengan operasi penangkapan diktator Venezuela, Nicolas Maduro, yang turut mengubah dinamika geopolitik global.

Trump menilai Greenland memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan pertahanan dan keamanan Amerika Serikat, khususnya di kawasan Arktik. Pandangan tersebut menuai kritik dari sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, yang menilai pendekatan tersebut berpotensi melanggar prinsip kedaulatan dan stabilitas internasional.

Tutup