Tiga Bulan Menjabat, PM Jepang Sanae Takaichi Umumkan Pembubaran Parlemen

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara mengejutkan mengumumkan rencana pembubaran parlemen hanya tiga bulan setelah resmi menjabat. Langkah tersebut sekaligus menandai keputusan Takaichi untuk mempercepat pelaksanaan pemilihan umum nasional.

Dalam pernyataan resminya, Takaichi menyampaikan bahwa majelis rendah parlemen akan dibubarkan pada 23 Januari mendatang. Keputusan itu, menurutnya, diambil sebagai bagian dari strategi politik untuk meminta mandat langsung dari publik.

“Hari ini, saya sebagai perdana menteri telah memutuskan untuk membubarkan majelis rendah pada 23 Januari,” ujar Takaichi dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Reuters.

Takaichi menegaskan, pemilu cepat ini menjadi ajang penilaian rakyat terhadap kepemimpinannya sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang. Ia menyatakan siap mempertaruhkan masa depan politiknya demi mendapatkan kepercayaan publik.

“Saya mempertaruhkan masa depan politik saya sendiri sebagai PM pada pemilihan ini. Saya ingin publik menilai secara langsung apakah mereka akan mempercayakan saya untuk mengelola negara,” tambahnya.

Dalam kontestasi tersebut, Takaichi menargetkan koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Ishin mampu mempertahankan mayoritas kursi di majelis rendah parlemen Jepang.

Tutup