Ribuan Hektare Sawah di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir
Dampak banjir yang melanda Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1/2026) meluas ke sektor pertanian. Selain permukiman, genangan air juga merendam ribuan hektare lahan sawah milik warga di sejumlah kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 2.087 hektare lahan pertanian terdampak banjir. Sebagian besar lahan tersebut berada di wilayah dataran rendah yang berdekatan dengan aliran sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyebut kondisi ini berpotensi mengganggu keberlangsungan musim tanam petani, terutama tanaman padi yang tengah memasuki fase krusial.
“Jika genangan air bertahan lama, tanaman padi yang sedang ditanam atau menjelang panen sangat berisiko rusak bahkan gagal panen,” kata Dodi, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, sebaran lahan pertanian terdampak banjir meliputi Kecamatan Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, hingga Karangbahagia. Di wilayah-wilayah tersebut, air merendam area persawahan selama beberapa hari.
Selain merusak tanaman, banjir juga menyebabkan aktivitas pertanian lumpuh. Akses petani menuju sawah terhambat, saluran irigasi meluap, dan berbagai sarana produksi pertanian seperti alat dan pupuk ikut terendam.
“Petani terpaksa menghentikan sementara kegiatan pemupukan, penyiangan, bahkan panen. Dampaknya bukan hanya kerugian saat ini, tapi juga kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya,” ujar Dodi.
Menurutnya, jika kondisi ini tidak segera ditangani, dampak lanjutan dapat dirasakan pada ketersediaan beras di tingkat lokal. Oleh karena itu, penanganan pascabanjir menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
BPBD Kabupaten Bekasi saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan lanjutan terhadap luas dan tingkat kerusakan lahan pertanian akibat banjir.
“Pendataan ini menjadi dasar penentuan langkah pemulihan, termasuk kemungkinan bantuan benih, pupuk, maupun program pemulihan lainnya bagi petani,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, memastikan persoalan dampak banjir terhadap sektor pertanian akan dibahas lebih lanjut bersama Dinas Pertanian dalam waktu dekat.
“Masalah ini akan kami tindak lanjuti dalam rapat kerja pekan depan agar ada solusi konkret bagi para petani yang terdampak,” kata Ani.





