BPBD Tetapkan Status Siaga, Banjir Rendam 25 Desa di Kabupaten Bekasi

Ilustrasi Hujan. FOTO: Dok/Kompas

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak Kamis pagi menyebabkan banjir kembali meluas di Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi, menyusul meluasnya genangan air di puluhan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Data BPBD Kabupaten Bekasi mencatat, hingga Kamis (22/1/2026) pukul 15.45 WIB, banjir telah berdampak pada 20.775 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 270 KK terpaksa mengungsi ke lima titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Genangan air dilaporkan merata dari wilayah utara hingga tengah Kabupaten Bekasi. Kecamatan Muaragembong menjadi salah satu daerah terdampak terparah, dengan banjir merendam Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Jayasakti. Tinggi muka air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter.

Di wilayah pesisir dan permukiman padat lainnya, banjir juga melanda Kecamatan Babelan dan Tarumajaya. Di Desa Muara Bakti, ketinggian air bahkan mencapai 20–50 sentimeter, sementara Desa Buni Bakti, Hurip Jaya, Kedungjaya, dan Kedungpengawas terdampak genangan dengan variasi tinggi air 10–50 sentimeter.

Dampak banjir turut dirasakan di kawasan industri dan permukiman tengah, seperti Kecamatan Cibitung, yang meliputi Desa Wanajaya dan Desa Wanasari dengan ketinggian air mencapai 20–60 sentimeter. Sementara itu, Kecamatan Cabangbungin mencatat banjir di lima desa, yakni Lenggahsari, Jayalaksana, Sindangjaya, Jayasakti, dan Sindangsari, dengan genangan setinggi 30–50 sentimeter.

Wilayah selatan dan timur Kabupaten Bekasi juga tidak luput dari banjir. Di Kecamatan Sukatani, genangan terjadi di Desa Sukamanah dan Desa Sukadarma dengan tinggi air hingga 50 sentimeter. Banjir juga tercatat di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia.

Sementara itu, Kecamatan Cikarang Utara menjadi salah satu wilayah dengan sebaran terdampak cukup luas. Empat desa, yakni Tanjungsari, Karang Raharja, Karang Baru, dan Karang Asih, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Selain banjir, BPBD Kabupaten Bekasi juga mencatat kejadian bencana lain di sejumlah wilayah. Angin kencang dilaporkan terjadi di Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, sedangkan tanah longsor terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan.

Secara keseluruhan, BPBD menyebut 25 desa di 11 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi. Tidak hanya permukiman warga, banjir juga merendam lahan pertanian seluas sekitar 3.908,9 hektare, yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa meluasnya banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, disertai meluapnya sejumlah sungai dari wilayah hulu hingga hilir.

“Sejak Kamis pagi debit air sungai meningkat signifikan akibat hujan deras yang merata. Kondisi ini menyebabkan air meluap ke permukiman warga,” ujar Dodi, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, BPBD telah menyiagakan personel dan peralatan di seluruh wilayah terdampak, termasuk perahu evakuasi dan logistik darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan TNI, Polri, PMI, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan. Jika ketinggian air terus bertambah, segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman,” katanya.

Dalam penanganan darurat, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan lapangan, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan logistik bagi pengungsi. Hingga kini, petugas gabungan masih bersiaga di seluruh titik terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Tutup