Penumpang Ojol Diduga Kembali Kabur Tanpa Bayar di PIK, Aksinya Viral
Sebuah video yang menampilkan aksi penumpang ojek online (ojol) diduga menipu kembali beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Dalam rekaman yang viral, penumpang terlihat turun dari sepeda motor setelah tiba di lokasi tujuan. Namun, alih-alih menyelesaikan pembayaran, orang tersebut justru berjalan menjauh dan meninggalkan pengemudi tanpa memberikan ongkos perjalanan.
Pengemudi ojol yang menjadi korban tampak kebingungan dan hanya bisa melihat penumpangnya pergi. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh pelaku yang sama dengan kasus serupa yang sebelumnya juga sempat viral di media sosial.
Unggahan video itu disertai keterangan, “Modusnya pun mirip: turun dulu, lalu kabur tanpa bayar. Driver capek cari order, malah kena tipu,” sebagaimana dikutip pada Selasa (20/1/2026).
Kejadian tersebut langsung memantik reaksi publik. Warganet ramai-ramai menyampaikan kemarahan sekaligus simpati terhadap pengemudi ojol yang dinilai dirugikan oleh tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.
Sejumlah komentar menilai pelaku sadar dengan perbuatannya, namun tidak memiliki empati terhadap jerih payah pengemudi ojol yang bekerja keras mencari nafkah.
“Berarti dia waras, tapi enggak punya rasa peduli sama capeknya orang cari uang,” tulis salah satu netizen.
Komentar lainnya mendorong agar kasus tersebut segera dilaporkan ke aparat penegak hukum, mengingat kejadian serupa disebut sudah berulang kali terjadi.
“Kenapa enggak dilaporkan ke polisi? Ini jelas penipuan dan sudah sering kejadian,” tulis warganet sambil menandai akun kepolisian.
Tak sedikit pula komentar bernada keras yang mengecam tindakan pelaku, menilai perbuatannya merugikan dan mencederai rasa keadilan bagi para pengemudi ojol.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun tindak lanjut atas kejadian tersebut. Warganet berharap ada penanganan serius agar kasus serupa tidak terus berulang dan merugikan para pekerja sektor transportasi daring.





