Tanggul Sungai Citarum Jebol, Banjir Rendam Permukiman dan Lahan Warga Muara Gembong
Banjir merendam kawasan permukiman di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, setelah tanggul Sungai Citarum jebol pada Senin (19/1/2026) malam. Luapan air sungai mengalir deras ke rumah-rumah warga dan memutus sementara aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 WIB. Tingginya debit air Sungai Citarum akibat hujan intens yang mengguyur wilayah hulu dan hilir dalam beberapa hari terakhir menyebabkan struktur tanggul tidak lagi mampu menahan tekanan air.
Kerusakan tanggul dilaporkan terjadi di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti. Air sungai yang meluap langsung memasuki permukiman warga karena posisi tanggul yang berdekatan dengan badan jalan dan area pemukiman padat.
Seorang warga setempat, Satibi (45), mengatakan kondisi tanah di sekitar tanggul sudah melemah akibat hujan berkepanjangan. Rembesan air yang terus-menerus membuat tanah mudah terkikis hingga akhirnya tanggul runtuh.
“Tanahnya masih labil karena hujan terus. Sedikit saja kena rembesan, langsung tergerus sampai jebol,” ujarnya.
Luapan air menyebabkan genangan setinggi sekitar satu meter di sejumlah titik. Tidak hanya rumah warga yang terdampak, akses jalan utama di kawasan tersebut juga ikut terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Dalam kondisi darurat, warga berupaya menahan laju air secara swadaya. Karung berisi tanah, pasir, serta bambu digunakan sebagai penahan sementara untuk mengurangi aliran air yang terus masuk ke permukiman.
“Warga gotong royong bikin tanggul darurat pakai karung dan bambu, sebisanya saja,” kata Satibi.
Selain itu, warga juga menyelamatkan anggota keluarga serta memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Meski demikian, sebagian perabot rumah tangga dilaporkan rusak akibat terendam air.
Dampak banjir juga dirasakan sektor pertanian dan perikanan. Ribuan hektare tambak dan sawah warga terancam gagal panen akibat terjangan air Sungai Citarum.
“Tambak banyak yang ikannya terbawa arus, sawah juga padinya yang sudah mau panen ikut terendam,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi sementara, panjang tanggul Sungai Citarum yang jebol mencapai sekitar enam meter. Hingga Senin malam, genangan air masih terlihat di sejumlah titik, sementara upaya penanganan terkendala hujan, kondisi gelap, serta keterbatasan material.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan darurat dan perbaikan permanen agar luapan air tidak kembali terjadi dan aktivitas masyarakat dapat pulih.





