Manohara Soroti Trauma Masa Lalu, Tegaskan Dirinya Korban Kekerasan
Manohara Odelia Pinot kembali menyampaikan pengakuan terbuka mengenai pengalaman traumatis yang ia alami di masa lalu. Melalui media sosial, ia menolak terus dilabeli sebagai mantan istri Pangeran Kelantan dan menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari kekerasan seksual yang dialaminya saat masih di bawah umur.
Dalam unggahan Instagram yang dilihat pada Minggu (18/1/2026), Manohara menyebut kejadian tersebut terjadi ketika dirinya berusia 15 tahun, sementara pria yang terlibat disebut berusia sekitar 30-an. Ia menegaskan tidak pernah ada hubungan setara, persetujuan, maupun relasi sebagaimana dimaknai dalam pernikahan.
“Saya berumur 15 tahun. Tidak ada kencan, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan,” tulis Manohara dalam unggahannya.
Menurut Manohara, penyebutan dirinya sebagai mantan istri justru mengaburkan fakta utama bahwa ia adalah korban. Ia menilai label tersebut menggeser fokus publik dari kekerasan yang dialami seorang anak ke narasi relasi personal yang tidak seimbang.
“Menyebut korban sebagai mantan pasangan dari orang yang menyakitinya tidak akurat dan mengalihkan perhatian dari kerugian yang dialami seorang anak,” lanjutnya.
Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan warganet. Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun bernama aisvah nadawi, yang menasihati Manohara agar berdamai dengan masa lalu dan menganggap peristiwa tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidup. Komentar itu juga membandingkannya dengan figur lain yang menikah di usia muda.
Menanggapi hal tersebut, Manohara mengaku meyakini komentar tersebut ditulis oleh ibunya sendiri, Daisy Fajarina, melalui akun palsu. Dugaan itu ia sampaikan secara terbuka melalui Instagram Stories, dengan menyebut adanya pola manipulasi yang, menurutnya, telah berlangsung lama.
“Komentar tersebut ditulis oleh ibu saya menggunakan akun palsu,” tulis Manohara, seraya menyebut dugaan adanya perilaku manipulatif dalam relasi keluarganya.
Lebih jauh, Manohara juga mengungkap dugaan eksploitasi yang dialaminya di masa lalu. Ia mengklaim pernah “diperdagangkan” demi keuntungan materi dan mengalami kekerasan fisik di ruang publik. Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai pengalaman personal yang, menurutnya, menjadi bagian dari rangkaian kekerasan yang ia alami.
“Staf apartemen menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak menemui pria yang telah menganiaya saya,” ungkapnya, seraya menegaskan masih banyak pengalaman serupa yang belum ia ceritakan.
Manohara menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa apa yang dialaminya bukan konflik keluarga biasa, melainkan bentuk kekerasan dan manipulasi yang nyata. Ia menyebut pemutusan hubungan dengan pihak-pihak terkait sebagai langkah yang diperlukan demi keselamatan dirinya.
“Saya membagikan ini agar publik tahu bahwa perilaku seperti ini nyata, merusak, dan berbahaya,” tulis Manohara.





