Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli DPN untuk Hadapi Tantangan Global

Sebagai informasi, Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. DPN berperan memberikan pertimbangan strategis kebijakan pertahanan, menyusun kebijakan terpadu pertahanan negara, menilai risiko kebijakan, serta mengoordinasikan respons nasional terhadap berbagai ancaman global, termasuk ancaman non-tradisional seperti siber dan energi.

Pemerintah memperkuat fondasi pemikiran strategis pertahanan negara dengan melibatkan kalangan akademisi dan profesional lintas disiplin. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan digelar secara resmi di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Jenderal Sudirman, Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025, serta merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 202 Tahun 2024 tentang Dewan Pertahanan Nasional.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa pengangkatan para tenaga ahli ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat analisis dan perumusan kebijakan pertahanan nasional di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks.

“Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi strategis sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, integrasi antara keahlian akademis dan pengalaman praktis para pakar diharapkan dapat meningkatkan kualitas rekomendasi kebijakan serta mendukung optimalisasi peran Dewan Pertahanan Nasional sebagai lembaga strategis negara.

Salah satu tenaga ahli yang dilantik adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh, B.Math., B.Sc., yang ditetapkan sebagai Tenaga Ahli Madya dengan kedudukan setara pejabat Eselon II. Sabrang dikenal sebagai akademisi multidisiplin sekaligus figur publik di bidang seni dan budaya.

Dalam prosesi pelantikan, Sabrang tampak mengenakan setelan jas hitam dipadukan dengan kemeja putih, dasi merah, dan kopiah hitam, serasi dengan busana resmi para tenaga ahli lainnya.

Selain Sabrang, dua nama lain yang dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya yakni Dr. Ir. Jupriyanto dan Frank Alexander Hutapea, S.H.

Sementara itu, enam Tenaga Ahli Utama yang turut dilantik terdiri atas Prof. Dr. Surachman Surjaatmadja, Dr. Ian Montratama, Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, S.H., M.H., Dr. Achmad Rully, serta Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D.

Adapun tiga Tenaga Ahli Muda yang dilantik meliputi Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc., dan Dr. Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.

Sebagai informasi, Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia. DPN berperan memberikan pertimbangan strategis kebijakan pertahanan, menyusun kebijakan terpadu pertahanan negara, menilai risiko kebijakan, serta mengoordinasikan respons nasional terhadap berbagai ancaman global, termasuk ancaman non-tradisional seperti siber dan energi.

Tutup