Kenapa Thailand Jadi Tailan? Ini Penjelasan Resmi BIG

BIG menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan hasil kerja lintas lembaga sejak 2019. Proses tersebut melibatkan Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, pakar linguistik dari Universitas Indonesia, serta otoritas penamaan geografis nasional.

Perubahan penulisan nama sejumlah negara asing dalam peta Indonesia bukanlah kekeliruan cetak, melainkan hasil keputusan resmi negara yang telah dibawa ke forum internasional. Melalui Badan Informasi Geospasial (BIG), pemerintah Indonesia menetapkan standar ejaan baru nama negara asing agar selaras dengan kaidah bahasa Indonesia dan diakui secara global.

Paragraf Lanjutan (Disunting & Dirapikan)

Salah satu perubahan yang paling menyita perhatian publik adalah penulisan Thailand yang kini menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia. Penyesuaian ini merupakan bagian dari pembaruan standar ejaan geografis dunia yang mengacu pada prinsip ortografi dan fonologi bahasa Indonesia baku.

Kebijakan tersebut tertuang dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang dipresentasikan Indonesia dalam sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York pada April–Mei 2025.

Dalam dokumen bertajuk Updated World Country Names, Indonesia mengusulkan agar penamaan negara asing menggunakan bentuk yang lebih sesuai dengan sistem kebahasaan nasional, tanpa mengabaikan status resmi negara-negara tersebut sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa perubahan ejaan yang kini berlaku secara resmi antara lain:

  • Thailand → Tailan

  • Paraguay → Paraguai

  • Afghanistan → Afganistan

  • Bangladesh → Banglades

  • Swiss → Swis

BIG menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan hasil kerja lintas lembaga sejak 2019. Proses tersebut melibatkan Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, pakar linguistik dari Universitas Indonesia, serta otoritas penamaan geografis nasional.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, menyebut pendekatan yang digunakan adalah konsep eksonim, yakni penamaan suatu wilayah oleh bahasa atau bangsa lain yang berbeda dari nama lokalnya. Contoh eksonim yang telah lama digunakan dalam bahasa Indonesia adalah “Belanda” untuk Netherlands.

Perubahan ini kembali menjadi perbincangan publik setelah BIG merilis peta terbaru NKRI pada pertengahan Januari 2026. Penulisan “Tailan” dalam peta tersebut memicu kebingungan sebagian warganet.

Menanggapi reaksi tersebut, BIG menegaskan bahwa seluruh penamaan dalam peta nasional telah mengacu pada dokumen resmi yang dilaporkan ke PBB dan bertujuan menciptakan keseragaman penulisan geografis sesuai kaidah bahasa Indonesia.

Tutup