BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kotawaringin Timur

Kotawaringin Timur

Warga pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 19 Januari 2026. Peringatan tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seiring adanya fenomena Fase Bulan Baru.

BMKG menjelaskan, Fase Bulan Baru berpotensi meningkatkan ketinggian air laut hingga mencapai level maksimum, sehingga memicu terjadinya banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pantai Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.

Berdasarkan analisis data pasang surut dan tinggi muka air laut, wilayah pesisir Kotawaringin Timur masuk dalam daerah yang berisiko terdampak banjir rob dan perlu diantisipasi sejak dini.

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir untuk lebih berhati-hati, khususnya di wilayah Teluk Sampit dan Pulau Hanaut yang berhadapan langsung dengan laut. Selain itu, kawasan pesisir di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, terutama di sekitar kawasan pelabuhan. Dampaknya dapat meliputi terganggunya aktivitas ekonomi, pengangkutan barang, pengembangan permukiman, hingga sektor pertanian dan perikanan.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar melakukan langkah antisipatif, termasuk pengamanan aset dan penyesuaian aktivitas di wilayah pesisir, guna meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Tutup