Pandji Akhiri ‘Mens Rea’ Usai Sukses Besar dan Kontroversi

Pandji Pragiwaksono

Komika senior Pandji Pragiwaksono memastikan bahwa pertunjukan spesial stand-up comedy bertajuk Mens Rea tidak akan pernah digelar kembali. Pernyataan tersebut disampaikan Pandji melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya.

Kepastian itu muncul saat Pandji merespons pertanyaan warganet dengan akun @peggypingkan yang menanyakan kemungkinan Mens Rea kembali dipentaskan secara langsung.

“Ga akan ada Mens Rea lagi,” tulis Pandji singkat melalui akun @pandji, dikutip Rabu (14/1/2026).

Mens Rea sebelumnya menjadi perhatian luas publik. Pertunjukan yang pertama kali digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), pada 30 Agustus 2025 itu mencatat kesuksesan secara komersial. Setelah tayang di platform streaming Netflix pada 27 Desember 2025, Mens Rea bahkan mendominasi daftar tontonan terpopuler selama dua pekan berturut-turut.

Di balik pencapaian tersebut, materi Mens Rea dikenal kontroversial. Pandji secara terbuka mengangkat berbagai isu sosial dan politik sensitif, termasuk menyinggung sejumlah tokoh nasional seperti Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga tokoh publik Dharma Pongrekun.

Keputusan Pandji untuk menghentikan pertunjukan ini memicu beragam spekulasi di kalangan warganet. Hal ini tak lepas dari fakta bahwa Mens Rea belakangan turut menyeret Pandji ke ranah hukum.

Pada 8 Januari 2026, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tersebut menuding Pandji melakukan penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama dalam materi pertunjukannya.

Dalam laporan tersebut, Pandji dijerat dengan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), di antaranya Pasal 300 hingga Pasal 243.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi apakah keputusan Pandji untuk meniadakan Mens Rea di masa mendatang berkaitan langsung dengan proses hukum yang tengah berjalan atau semata-mata merupakan keputusan kreatif dari komika yang kini menetap di New York, Amerika Serikat, tersebut.

Tutup