Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation

Sri Mulyani Indrawati

Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation, yayasan filantropi milik pendiri Microsoft, Bill Gates. Penunjukan ini menambah deretan tokoh global yang dipercaya mengawal arah strategis salah satu yayasan terbesar di dunia tersebut.

Kehadiran Sri Mulyani dinilai akan membawa perspektif penting dalam tata kelola serta pencapaian misi jangka panjang yayasan. CEO sekaligus anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut pengalaman Sri Mulyani dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan inklusif sangat relevan dengan tujuan yayasan.

“Sri Mulyani memiliki rekam jejak yang kuat dalam membentuk sistem ekonomi yang adil. Keahlian tersebut sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang Gates Foundation,” ujar Suzman, dikutip dari laman resmi yayasan, Selasa (13/1).

Pada tahun sebelumnya, Bill Gates mengumumkan komitmen bersejarah untuk menghabiskan dana abadi Gates Foundation dalam dua dekade ke depan. Fokus utama yayasan mencakup pencegahan kematian ibu dan bayi, pemberantasan penyakit menular mematikan, serta upaya mengangkat jutaan orang dari kemiskinan menuju kesejahteraan.

Suzman menegaskan, kepemimpinan Sri Mulyani diharapkan mampu memastikan seluruh sumber daya yayasan dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat global.

Sementara itu, Sri Mulyani mengaku merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga memuji konsistensi Gates Foundation selama dua dekade terakhir dalam menciptakan dampak nyata bagi kelompok paling rentan di dunia.

“Dengan pengalaman 20 tahun memberikan dampak besar bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan Dewan Gates Foundation dan berkontribusi pada momen yang penuh tantangan sekaligus peluang ini,” ujar Sri Mulyani.

Ia mengungkapkan bahwa kolaborasinya dengan Gates Foundation sebenarnya telah terjalin hampir satu dekade lalu, khususnya dalam mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru untuk memperluas peluang serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya sangat termotivasi membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik untuk mendukung upaya-upaya penting dalam menyelamatkan nyawa dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Dalam struktur Dewan Direksi, Sri Mulyani akan bekerja bersama sejumlah tokoh global lainnya, antara lain Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates. Sementara itu, Baroness Nemat (Minouche) Shafik tengah cuti karena menjalankan tugas sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.

Selain pengumuman tersebut, Gates Foundation juga meresmikan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India (Africa & India Office/AIO). Divisi baru ini akan dipimpin Ankur Vora sebagai Presiden AIO, di samping perannya sebagai Kepala Strategi yayasan.

Pembentukan AIO bertujuan menyatukan kantor-kantor Gates Foundation di Afrika dan India guna memperkuat suara regional dalam penyusunan strategi, penetapan prioritas, serta pelaksanaan program.

“Divisi baru ini mencerminkan peran sentral Afrika dan India dalam memajukan misi yayasan serta pentingnya memastikan perspektif negara membentuk strategi dan alokasi sumber daya hingga 2045,” ujar Vora.

Saat ini, Gates Foundation aktif bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah, sektor swasta, inovator, komunitas lokal, hingga pemerintah di Asia dan Afrika. Kehadiran yayasan di Afrika dimulai sejak 2012 dan kini mencakup lima negara, yakni Etiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan. Sementara itu, kantor India telah berdiri sejak 2003 di New Delhi.

Tutup