Legislator Bireuen Temukan Bantuan Bencana Menumpuk
Puluhan ton bantuan logistik untuk korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga menumpuk di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial setempat. Temuan ini mencuat setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen melakukan inspeksi mendadak menyusul laporan dari masyarakat.
Inspeksi tersebut dilakukan pada Senin (12/1/2026). Dalam kegiatan yang disebut sebagai “penggerebekan” itu, para legislator mendapati sejumlah bantuan yang seharusnya disalurkan kepada korban bencana justru masih tersimpan di gudang.
Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Arif, SE, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan laporan masyarakat sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Apa yang dilaporkan masyarakat ternyata benar. Bantuan yang seharusnya diterima oleh korban justru menumpuk dan seperti sengaja ditimbun di gudang,” ujar Muhammad Arif.
Ia menegaskan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat para korban bencana masih berada di pengungsian dan membutuhkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Muhammad Arif pun mendesak BPBD dan Dinas Sosial Bireuen segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor. Menurutnya, penundaan distribusi dapat memperparah penderitaan korban.
“Jangan sampai bantuan tersebut kedaluwarsa baru dibagikan. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPBD maupun Dinas Sosial Kabupaten Bireuen terkait alasan belum disalurkannya bantuan logistik tersebut.





