Trump Nyatakan AS Siap Bantu Iran di Tengah Gelombang Protes Nasional

FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump waves as he arrives at Palm Beach International Airport in West Palm Beach, Florida, U.S., January REUTERS/Carlos Barria/File Photo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan terkait krisis yang tengah melanda Iran, di tengah gelombang demonstrasi massal yang meluas di berbagai kota besar negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi di Iran, menyusul aksi protes yang telah berlangsung hampir dua pekan. Trump menilai situasi yang terjadi menunjukkan bahwa rakyat Iran sedang berupaya memperjuangkan kemerdekaan mereka.

Komentar Presiden AS tersebut muncul sehari setelah Trump kembali menegaskan bahwa Iran tengah menghadapi “masalah besar” dan mengingatkan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja jika situasi memburuk.

Di Iran, aksi demonstrasi besar-besaran terus berlangsung sejak akhir Desember. Ribuan warga turun ke jalan di Teheran dan sejumlah kota lain untuk memprotes kebijakan keras pemerintah. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan radikal seperti “Matilah diktator” dan menyerukan pembakaran gedung-gedung resmi milik negara.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Jumat menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan protes. Ia menyebut demonstrasi tersebut sebagai upaya untuk melemahkan stabilitas negara.

Pemerintah Iran juga memberlakukan pembatasan akses internet secara nasional untuk meredam penyebaran informasi dan koordinasi aksi demonstrasi. Kelompok pemantau internet global, NetBlocks, melaporkan bahwa koneksi internet di seluruh Iran terputus pada Kamis sore waktu setempat.

Aksi protes awalnya dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin parah, termasuk lonjakan inflasi dan anjloknya nilai mata uang rial terhadap dolar Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangannya, tuntutan demonstran meluas menjadi kritik politik langsung terhadap kepemimpinan Ayatollah Khamenei dan sistem pemerintahan yang berlaku.

Hingga kini, situasi di Iran masih terus dipantau komunitas internasional, sementara ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan global.

Tutup