Stand Up Comedy Pandji di Netflix Jadi Terpopuler, Istana Turut Bereaksi

Pandji Pragiwaksono (instagram @pandji.pragiwaksono).

Materi special show Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix memicu gemuruh respons publik. Dalam waktu sepekan sejak dirilis, Mens Rea tercatat sebagai TV Show nomor satu di Indonesia, sekaligus menjadi pertunjukan stand up comedy Indonesia pertama yang berhasil memuncaki daftar tontonan terpopuler Netflix Tanah Air.

Capaian tersebut menjadikan Mens Rea bukan sekadar pencapaian personal bagi Pandji, tetapi juga penanda penting bagi industri stand up comedy Indonesia di platform global. Materi pertunjukan yang sarat kritik sosial dan politik dinilai berhasil menarik perhatian penonton lintas segmen.

Pandji Pragiwaksono mengaku tidak menyangka pertunjukannya akan menuai respons sedemikian luas, termasuk dari kalangan pejabat negara. Hal itu ia sampaikan dalam siniar Hiduplah Indonesia Maya yang tayang pada 6 Januari 2026.

“Gua tahu orang akan ngasih reaksi, masuk ke pasar baru. Tapi gua sama sekali enggak nyangka Gubernur Jawa Barat ngasih reaksi, Wakil Presiden Republik Indonesia ngasih reaksi, sampai Istana Presiden ngasih reaksi. Ini cuma bercandaan,” ujar Pandji.

Menurut Pandji, perhatian dari Istana bahkan berlanjut ke undangan dialog. Ia mengungkapkan bahwa pihak Istana Presiden menghubunginya kurang dari sepekan setelah Mens Rea tayang di Netflix.

“Istana manggil gue, guys. Belum seminggu Mens Rea tayang, gue diajak ngobrol,” kata Pandji.

Namun demikian, Pandji menegaskan dirinya mengajukan syarat khusus agar pertemuan tersebut dilakukan secara terbuka dan direkam. Hal itu dilakukan untuk menjaga transparansi serta menghindari potensi kesalahpahaman di ruang publik.

“Gue bilang gue mau, syarat gue harus direkam dan dijadikan konten. Karena gue enggak mau jadi fitnah kalau gue ketemu sama beliau. Biar orang tahu obrolannya apa, dan tahu gue masih menjaga kekritisan gue,” jelasnya.

Fenomena Mens Rea menunjukkan bahwa karya komedi dapat menjadi medium kritik yang berdampak luas, bahkan memicu dialog antara seniman dan pemegang kekuasaan. Popularitas acara ini sekaligus memperlihatkan besarnya minat publik terhadap konten hiburan yang menyentuh isu sosial dan politik secara terbuka.

Tutup