Krisis Ekonomi Picu Kerusuhan, Iran Putus Akses Internet

Iran

Pemadaman internet nasional dilaporkan terjadi di Iran pada Kamis (8/1/2026), di tengah gelombang protes massal yang meluas akibat krisis ekonomi dan hiperinflasi yang berkepanjangan. Informasi tersebut disampaikan oleh kelompok pemantau konektivitas global, NetBlocks.

NetBlocks mencatat gangguan jaringan terjadi secara luas dan bersifat nasional. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari otoritas Iran mengenai penyebab maupun durasi pemadaman internet tersebut.

Protes besar-besaran telah berlangsung di berbagai wilayah Iran sejak akhir Desember 2025. Aksi unjuk rasa dipicu memburuknya kondisi ekonomi, lonjakan harga kebutuhan pokok, serta tekanan sanksi internasional yang terus menghantam perekonomian Republik Islam tersebut.

Kerusuhan yang terjadi disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Aksi protes dengan cepat menyebar ke sejumlah kota dan dilaporkan memicu bentrokan antara massa dan aparat keamanan, yang dalam beberapa kasus berujung pada korban jiwa.

Laporan sementara menyebut sedikitnya 21 orang tewas selama rangkaian protes berlangsung. Meski demikian, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan berpotensi bertambah seiring berlanjutnya situasi di lapangan.

Di tengah eskalasi situasi, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyerukan gelombang protes lanjutan. Seruan tersebut disampaikan melalui sebuah unggahan video di platform X pada Rabu (7/1/2026).

Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan insiden kekerasan di Kota Qazvin, Iran utara. Sebuah video yang diunggah media tersebut memperlihatkan dugaan penyerangan terhadap seorang petugas keamanan yang disebut tidak bersenjata.

Menurut sumber yang dikutip, petugas tersebut hanya berupaya menenangkan massa dan mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan tanpa penghinaan serta tanpa merusak fasilitas publik. Insiden ini semakin menegaskan tingginya eskalasi ketegangan di tengah krisis nasional yang masih berlangsung.

Tutup