Pemkab Siapkan Langkah Antisipasi soal Hadapi Super Flu di Kabupaten Bekasi
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus virus Super Flu atau Influenza tipe A sub-clade K (H3N2) di wilayahnya. Meski demikian, Pemkab Bekasi tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan 10 warga Jawa Barat dan 62 orang secara nasional yang terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif guna mencegah potensi penyebaran Super Flu di tengah masyarakat.
“Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, sampai hari ini belum ada kasus Super Flu di Kabupaten Bekasi. Namun, kesiapsiagaan tetap kami tingkatkan agar penanganan bisa dilakukan cepat jika ditemukan kasus,” ujar Asep, Senin (5/1/2026).
Menurut Asep, penguatan sektor promotif dan preventif menjadi fokus utama Pemkab Bekasi. Puskesmas dan fasilitas kesehatan diminta lebih responsif terhadap laporan masyarakat yang mengalami gejala flu, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
“Jika ada dugaan kasus, penindakan medis bisa langsung dilakukan. Sistem layanan kesehatan sudah kami siapkan,” katanya.
Selain kesiapan layanan kesehatan, Asep juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan. Ia mengimbau warga tetap menggunakan masker saat beraktivitas di tempat umum, menjaga kebersihan, serta membatasi aktivitas di kerumunan jika sedang tidak sehat.
Ia menilai musim pancaroba menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan penyakit, termasuk Super Flu, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.
“Menjaga imunitas tubuh menjadi kunci. Konsumsi vitamin, pola makan seimbang, dan olahraga teratur perlu diterapkan agar tubuh lebih tahan terhadap infeksi virus,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Bekasi berencana menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membahas strategi teknis pencegahan dan penanganan Super Flu secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah siap, sehingga masyarakat merasa aman dan terlindungi,” pungkas Asep.





