Super Flu Subclade K Terdeteksi di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi varian Influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai super flu, telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Meski demikian, pemerintah menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan varian ini menyebabkan keparahan penyakit yang lebih tinggi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr Prima Yosephine, menyampaikan bahwa hingga saat ini pemantauan epidemiologi masih menunjukkan pola yang serupa dengan influenza musiman sebelumnya.
“Merujuk pada publikasi terbaru Desember 2025, belum terdapat bukti bahwa subclade K menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian influenza A (H3N2) sebelumnya,” ujar dr Prima, dikutip Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, Influenza A (H3N2) merupakan salah satu virus yang telah lama bersirkulasi secara global. Varian ini pernah memicu pandemi besar di Amerika Serikat pada 1968 dan kembali menjadi penyebab peningkatan kasus flu pada periode 2024–2025, terutama pada kelompok anak-anak.
Sementara itu, peneliti senior Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, M.D., menyebut subclade K merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah dikenal dunia medis selama puluhan tahun.
Menurutnya, perubahan genetik pada virus influenza merupakan hal yang wajar dan terus dipantau melalui sistem surveilans global. “Subclade K bukan virus baru sepenuhnya, melainkan bagian dari evolusi alami influenza,” jelasnya.
Meski tidak terbukti lebih mematikan, Adalja mengingatkan bahwa influenza A (H3N2), termasuk subclade K, tetap berpotensi berbahaya bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, individu dengan sistem imun lemah, serta mereka yang memiliki tingkat kebugaran rendah.
Kelompok tersebut dinilai lebih rentan mengalami komplikasi, termasuk gangguan pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung saat terinfeksi influenza.
Kemenkes RI mengimbau masyarakat tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu berat, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.




