Ustaz Adi Hidayat Salurkan 60 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
Ustaz Adi Hidayat turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang. Total bantuan yang disiapkan mencapai 60 ton dan didatangkan langsung dari Jakarta.
Bantuan tersebut meliputi obat-obatan, air minum, bahan kebutuhan pokok (sembako), hingga genset untuk mendukung kebutuhan listrik warga di lokasi terdampak. Selain itu, Ustaz Adi juga menyiapkan tambahan 10 ton bantuan bagi korban yang hingga kini belum tersentuh bantuan akibat akses yang masih terputus.
Tak hanya bantuan logistik, Ustaz Adi Hidayat turut menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu per kepala keluarga (KK) kepada 120 KK terdampak. Bantuan tunai tersebut disalurkan melalui kepala dusun dan ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.
“Tadi sudah dihitung, ada 120 KK. Masing-masing berisi Rp500 ribu untuk pegangan, kira-kira bisa membeli kebutuhan mendesak. Insyaallah bisa digunakan. Tidak boleh dipotong,” ujar Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube resminya, Kamis (18/12/2025).
Dalam penyampaiannya, Ustaz Adi menegaskan kehadirannya bukan semata sebagai tokoh agama, melainkan sebagai saudara bagi masyarakat Aceh Tamiang yang tengah tertimpa musibah.
“Saya datang bukan sebagai ustaz, saya datang sebagai keluarga bapak ibu semua. Saya datang sebagai saudara. Setidaknya saya tidak malu di hadapan Nabi saat pulang nanti. Keluarga kamu di Aceh begini, kamu kerja apa? Apa cukup ceramah, cukup ke masjid?” ucapnya dengan nada emosional.
Selain penyaluran bantuan, Ustaz Adi juga mengajak warga membentuk tim gotong royong untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Tim tersebut diminta fokus membersihkan lingkungan, merapikan rumah yang masih berdiri, serta mendata rumah yang rusak parah.
“Kalau ingin cepat selesai, tidak cukup dengan janji. Dari 120 KK ini, targetkan buat tim, khususnya laki-laki. Sehari lima rumah dibereskan, dibersihkan, dirapikan. Yang masih kokoh didata, yang rusak dibersihkan tapaknya. Sepekan, insyaallah bisa selesai,” pungkasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga sekaligus memastikan bantuan lanjutan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.




