Last Night On Earth

Band rock multi-platinum asal Kanada, Finger Eleven, resmi merilis single terbaru berjudul “The Mountain” bertepatan dengan peluncuran album studio ketujuh mereka, “Last Night On Earth”. Album ini menjadi karya penuh pertama Finger Eleven dalam satu dekade terakhir dan dirilis melalui label Better Noise Music.

Peluncuran album “Last Night On Earth” sekaligus menandai kolaborasi perdana Finger Eleven dengan Better Noise Music. Kembalinya band ini setelah penantian panjang disambut antusias oleh para penggemar, mengingat Finger Eleven dikenal sebagai salah satu band rock Kanada paling sukses dengan penjualan jutaan kopi album secara global.

Dalam proses kreatif album terbarunya, Finger Eleven mengungkapkan banyak mengambil inspirasi dari musisi legendaris seperti Phil Collins dan band Genesis. Pengaruh tersebut terasa pada pendekatan melodi yang lebih kuat dan atmosfer musik yang terdengar megah di sejumlah lagu.

Gitaris Finger Eleven, Rick Jackett, menyebut album ini sebagai momen penting bagi band untuk kembali pada akar musik mereka. Ia mengatakan, proses pengerjaan “Last Night On Earth” menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali karakter “big rock sound” yang pernah melekat kuat pada Finger Eleven di awal karier.

Single “The Mountain” sendiri merupakan lagu keempat yang dirilis dari album tersebut. Lagu berdurasi sekitar empat menit ini digambarkan sebagai karya epik dengan dinamika musik yang kuat dan penuh emosi.

Secara lirik, “The Mountain” mengangkat tema tentang perjalanan kreatif dan pencarian inspirasi baru. Lagu ini merefleksikan proses internal band dalam menghadapi tantangan, keraguan, sekaligus dorongan untuk terus berkembang secara musikal.

Vokalis Scott Anderson menjelaskan bahwa “The Mountain” menggunakan latar cerita bernuansa fantasi. Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih sebagai metafora untuk menggambarkan perjalanan musik Finger Eleven selama bertahun-tahun.

Dengan dirilisnya “Last Night On Earth”, Finger Eleven menegaskan eksistensinya di kancah rock internasional. Album ini menjadi penanda babak baru perjalanan mereka, sekaligus upaya untuk menjembatani karakter klasik Finger Eleven dengan pendekatan musikal yang lebih matang dan relevan saat ini.

Tutup