Aceh Terbanyak, Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 1.005 Jiwa

Banjir Bandang dan Longsor di Aceh–Sumut–Sumbar. Foto: Istimewa

Jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban jiwa mencapai 1.005 orang hingga Sabtu, 13 Desember 2025.

Berdasarkan data dashboard geoportal penanganan darurat BNPB, bencana tersebut berdampak pada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari keseluruhan korban meninggal, Aceh mencatat jumlah tertinggi dengan 415 jiwa, disusul Sumatera Utara 349 orang dan Sumatera Barat 242 orang.

Angka korban jiwa ini meningkat dibandingkan laporan BNPB sehari sebelumnya, Jumat (12/12/2025), yang mencatat 995 korban meninggal dunia. Kenaikan terjadi seiring berlanjutnya proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Sementara itu, jumlah korban hilang dilaporkan mengalami penurunan dari 226 orang menjadi 218 orang. Korban hilang terbanyak masih tercatat di Sumatera Barat sebanyak 93 orang, diikuti Sumatera Utara 91 orang dan Aceh 34 orang.

Selain korban meninggal dan hilang, BNPB juga mencatat lebih dari 5.400 warga mengalami luka-luka akibat bencana. Ribuan lainnya terdampak secara langsung dan terpaksa mengungsi karena kerusakan rumah serta fasilitas umum.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa angka korban masih bersifat dinamis. Proses verifikasi dan sinkronisasi data kependudukan di daerah terdampak masih terus dilakukan.

“Verifikasi by name dan by address menunjukkan adanya data korban meninggal yang tidak sesuai, terutama jasad yang ditemukan di sekitar area pemakaman dan diketahui meninggal sebelum bencana terjadi,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers pembaruan penanganan banjir dan longsor Sumatera, Jumat (12/12/2025).

Sebagai informasi, banjir bandang dan tanah longsor mulai melanda tiga provinsi di Sumatera sejak 25 November 2025. BNPB memperkirakan total kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana mencapai Rp51,82 triliun, yang mencakup 52 kabupaten dan kota di wilayah terdampak.

Tutup