Bupati Mukhlis Disorot Usai Anjurkan Sawit di Lahan Terdampak

Bupati Mukhlis

Sebuah video percakapan dari lokasi banjir di Kabupaten Bireuen, Aceh, mendadak viral dan memicu perdebatan di masyarakat. Video itu menampilkan Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya, bersama Kapolres Bireuen saat meninjau kawasan yang masih tergenang lumpur.

Namun, komentar yang disampaikan Bupati Mukhlis justru menuai kritik. Di tengah kondisi warga yang baru saja kehilangan rumah dan harta benda, sang bupati menilai tanah terdampak banjir “paling bagus ditanami sawit”.

“Sawit ini kaya pohon rumbia, nanti batangnya,” ujar Mukhlis dalam video tersebut.

Ucapan itu dinilai tidak tepat diucapkan ketika warga masih berjuang membersihkan sisa lumpur banjir.

Banyak warga yang menilai pernyataan itu jauh dari harapan, karena mereka berharap pemerintah daerah lebih fokus pada langkah pemulihan pascabencana, bukan membahas potensi bisnis tanaman sawit.

Hingga Sabut (6/12/2025), video tersebut terus beredar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan publik. Netizen menyoroti kurangnya empati pejabat publik dalam menghadapi situasi darurat.

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis menekankan pentingnya komunikasi yang sensitif dari pejabat pemerintah di tengah bencana. Mereka menilai pernyataan yang salah kaprah bisa memperburuk citra pemerintah di mata masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bireuen sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait ucapan Bupati Mukhlis. Warga terdampak banjir masih menunggu langkah konkret untuk pemulihan rumah dan fasilitas umum yang rusak.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pejabat publik tentang pentingnya kepekaan dalam memberikan pernyataan, khususnya di tengah kondisi darurat. Komunikasi yang tepat diharapkan mampu mendukung upaya penanganan bencana dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

Tutup