Prabowo Sebut Situasi Membaik, Ribuan Warga Aceh Justru Tak Tersentuh Bantuan
Situasi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Aceh pada Selasa (2/12/2025) dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Berbanding terbalik dengan narasi perbaikan kondisi di lapangan, ribuan warga di Aceh Tamiang dan beberapa kabupaten lainnya disebut mulai mengalami kelaparan akibat terputusnya distribusi logistik sejak lima hari terakhir.
Akses jalan yang rusak parah serta beberapa jembatan yang ambruk membuat wilayah-wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tenggara berada dalam kondisi terisolir total. Komunikasi yang lumpuh semakin memperburuk penanganan bencana di titik-titik kritis tersebut.
Laporan dari warga dan relawan di lapangan menyebutkan bahwa stok kebutuhan pokok di Aceh Tamiang sudah menipis drastis. Bahkan di sejumlah desa, persediaan bahan makanan dilaporkan telah habis. Unggahan di media sosial—termasuk akun Instagram @berita_aceh—memperlihatkan desakan warga yang meminta bantuan pangan segera dikirimkan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap pernyataan salah satu tokoh politik nasional, Prabowo, yang sempat menyatakan bahwa keadaan di lapangan mulai membaik. Fakta lapangan menunjukkan hal sebaliknya: ribuan warga masih terjebak tanpa akses bantuan dasar.
Pernyataan kontra pun bermunculan. “Prabowo sebut keadaan sudah membaik, faktanya ribuan warga masih terisolir dan belum menerima bantuan,” demikian respons keras yang beredar dari berbagai sumber lokal dan jaringan relawan.
Dengan kapasitas penanganan kabupaten yang sudah melampaui batas, Pemerintah Daerah Aceh menyampaikan bahwa mereka membutuhkan intervensi penuh dari Pemerintah Pusat. Ancaman krisis kemanusiaan dinilai sudah di depan mata jika suplai makanan tidak segera dikirim melalui operasi bantuan berskala besar, termasuk penggunaan jalur udara untuk menembus wilayah terisolir.
Hingga berita ini diturunkan (2/12/2025), Pemerintah Pusat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah strategis yang akan diambil untuk membuka akses bantuan ke Aceh Tamiang, Aceh Tengah, maupun Aceh Utara.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau update resmi dan menyalurkan bantuan melalui posko yang terverifikasi untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran




