Warga Tapanuli Utara Keluhkan Bantuan Beras yang Rusak Usai Dijatuhkan dari Helikopter
Sebuah video yang beredar di media sosial memicu perhatian publik setelah memperlihatkan keluhan warga Tapanuli Utara terkait bantuan beras yang dikirim menggunakan helikopter namun diduga rusak saat dijatuhkan ke tanah. Bantuan tersebut dikirim untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Utara–Sibolga dalam beberapa hari terakhir.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga menunjukkan karung plastik kosong yang semula berisi beras bantuan. Warga mengaku paket bantuan pecah saat menyentuh tanah sehingga isinya berserakan dan tidak dapat dikonsumsi.
“Bapak perhatikanlah beras ini, Pak. Cuma dijatuhkan dari pesawat,” kata seorang pria dalam video itu, sambil menunjukkan kondisi beras yang tercerai-berai.
“Untuk apa kami dibantu, tapi nggak ada gunanya,” tambahnya dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menggambarkan situasi darurat di Desa Hajoran Purba, Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara. Mereka menyebut bantuan yang diterima tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar warga yang sudah kelaparan.
“Tolong, Pak, perhatikan kami. Diberikan bantuan, tapi tidak berfungsi, tidak bisa dimakan orang. Semua anak-anak sudah pada kelaparan, Pak,” ujar warga tersebut.
Belum ada penjelasan resmi dari pihak otoritas terkait mekanisme distribusi bantuan maupun alasan paket bantuan dijatuhkan dari udara tanpa perlindungan tambahan. Peristiwa ini memicu sorotan publik terhadap kesiapan, koordinasi, dan standar prosedur penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum memberikan klarifikasi terkait viralnya video tersebut.





