Perusahaan Enggan Rekrut Pegawai Gen Z?

Ilustrasi lamaran kerja.

Sebuah survei mengungkapkan jika satu dari enam perusahaan ragu untuk menerima Generasi Z alias Gen Z sebagai karyawan.

Dilansir dari Yahoo! Finance, sebanyak satu dari enam perusahaan di Amerika Serikat (AS) mengaku ragu untuk mempekerjakan Gen Z berusia 20 tahunan akibat dinilai lebih malas jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Bahkan, pada 2024 sebanyak 60 persen perusahaan sudah memberhentikan karyawan Gen Z. Alasan di balik pemberhentian karyawan muda yakni tidak siap di dunia kerja atau tidak profesional.

Adapun, satu dari tujuh perusahaan tengah mempertimbangkan untuk berhenti mempekerjakan lulusan baru alias fresh graduate pada 2025.

Para pengusaha menyebutkan jika Gen Z kurang profesional dan memiliki tingkat kepatuhan yang buruk terhadap standar tempat kerja.

“Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini yang sering kali tidak siap menghadapi lingkungan kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri,” ucap Kepala Penasihat Pengembangan Karier dan Pendidikan Intelligent, Huy Nguyen, dikutip Sabtu (16/8/2024).

Meskipun mungkin fresh graduate memiliki pengetahuan teoritis dari perguruan tinggi, mereka seringkali kurang memiliki pengalaman dunia nyata dan keterampilan nonteknis sehingga menciptakan “gesekan” antara karyawan muda dan pekerja berpengalaman.

Tutup