Heboh! PB HMI Dituding Miliki Hutang Senilai Rp1,2 Miliar Tiket Pesawat Kongres di Pontianak

Kongres XXXII HMI di Pontianak, Kalimantan Barat yang dibuka Oleh Presiden Jokowi (sumber: Istimewa)

Heboh di media sosial TikTok, Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dituding memiliki utang atas pembayaran tiket pesawat sebesar Rp 1,2 miliar pada agen perjalanan CV. Quantitas Rezeky Semesta (QRS) Travel.

Dalam unggahanya akun TikTok bernama @Q2_bunda, bahwa utang sebesar Rp 1,2 miliar itu untuk pengadaan tiket perjalanan kegiatan Kongres HMI ke-32 di Pontianak pada Desember Tahun 2023 lalu. Akun itu juga menyinggung senior yang kini menjadi pejabat.

“Mohon dibayar tagihan pesawat untuk kegiatan kongres Pontianak 2023. Kepada Yth. Pimpinan, pengurus, anggota maupun senior dari PB HMI terimakasih atas kedzoliman yang sudah dilakukan kepada usaha saya, QRS travel, keluarga saya, dan tim saya secara materiil dan imateriil,” tulis @Q2_bunda dikutip Senin, 28 Juli 2025.

Bahkan, akun tersebut juga menilai PB HMI telah lepas tanggung jawab. Sehingga, pihaknya merasa dirugikan dari mulai tahun 2023 (saat kongres) hingga 2025.

“Bahagia di atas penderitaan kami, berada di atas awan, lupa dan lepas tangan atas pertolongan kami agar Kongres Pontianak 2023 berjalan lancar dan peserta bisa menghadirinya. Namun tagihan sampe saat ini tidak kunjung diselesaikan. Mungkin bagi organisasi sebesar HMI uang Rp 1,2 M plus denda kerugian kami itu uang kecil. Namun bagi kami itu uang sangat besar untuk kelangsungan hidup kami,” sambungnya. 

Lebih lanjut, @Q2_bunda menuliskan awalnya pihak HMI memohon bantuan agar CV. QSR Travel membantu keberangkatan peserta yang sudah terlantar di sejumlah bandara di Indonesia. Namun dengan demikian, hal tersebut yang diterima dirinya hanya menyiskan kepahitan.

“(Peserta) dipindahkan ke kami secara dadakan, crowded terjadi. Perjuangan kami tidak tidur berhari-hari agar bisa menyelesaikan pesanan dan membantu agar peserta bisa pada berangkat pun jadi sia-sia. Semua hanya menyisakan kepahitan bagi kami,” ujar @Q2_bunda lagi. 

Dia juga mengatakan, pihaknya telah berkali-kali dijanjikan penyelesaian pembayaran. Namun janji itu tak kunjung terbukti.

“Saya selalu berharap ada iktikad baik dari pihak terkait. Namun sampai saya menulis ini, harapan itu pupus dibawa angin. Saya hanya yakin pertolongan Allah akan datang,” demikian tulis @Q2_bunda. 

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum berhasil menghubungi pihak PB HMI yang dituding @Q2_bunda.

Tutup