Waduh! Petugas KAI Diduga Diskriminatif ke Penumpang di Medan
Insiden yang memicu kemarahan publik terjadi di Stasiun Medan pada Minggu, (13/7/2025). Empat orang penumpang bersama anak-anak mereka mengaku mengalami perlakuan diskriminatif dari petugas kereta api saat hendak kembali ke Binjai.
Mereka bahkan ketinggalan kereta karena diduga ditahan dan dipermainkan oleh petugas.
Menurut salah satu penumpang, saat berangkat dari Binjai ke Medan di pagi hari, mereka tak mengalami kendala membawa anak-anak mereka yang masih balita semuanya berusia di bawah tiga tahun dan bertinggi badan kurang dari satu meter.
Tidak ada petugas yang mempersoalkan, baik saat pemeriksaan tiket maupun saat menaiki kereta.
Namun saat hendak pulang dari Stasiun Medan, mereka mendadak diberitahu bahwa anak-anak di bawah usia tiga tahun dan bertinggi badan kurang dari satu meter tidak diperbolehkan naik kereta. Petugas berdalih aturan tersebut sudah berlaku, meski tidak ada papan pengumuman atau notifikasi saat pemesanan tiket.
Parahnya, penumpang mengaku petugas seolah sengaja memperlambat proses hingga kereta yang seharusnya mereka naiki akhirnya berangkat tanpa mereka.
“Yang paling menyakitkan, saat kami kecewa karena tertinggal kereta, salah satu petugas justru mengejek kami dengan berkata, ‘Selamat naik angkot,’” ujar penumpang yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pernyataan itu dianggap sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang petugas pelayanan publik, terlebih kepada penumpang yang membawa anak-anak kecil dan telah bersikap kooperatif.
Penumpang juga mempertanyakan konsistensi aturan yang diterapkan. “Kalau memang anak-anak tidak boleh naik kereta, kenapa saat berangkat dari Binjai tidak dilarang? Aturannya tidak jelas dan tidak ada sosialisasi,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT Kereta Api Indonesia terkait insiden ini.




