21 Jenis Fasilitas Olahraga di Jakarta Kena Pajak Pemerintah

Ilustrasi pajak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mulai menerapkan kebijakan baru tentang pajak untuk sektor olahraga rekreasi pada 2025.

Sebanyak 21 fasilitas olahraga yang dikomersialkan bakal dikenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dalam kategori jasa kesenian dan hiburan.

Kebijakan ini sudah tertuang dalam Keputusan Kepala Bapenda DKI Jakarta No. 257 Tahun 2025. Adapun tarif yang dikenakan sebesar 10 persen, berlaku atas berbagai bentuk pembayaran seperti sewa lapangan, pemesanan (booking fee), penjualan tiket masuk, hingga paket layanan.

“Fungsi beberapa jenis olahraga telah bergeser. Dari yang semula merupakan aktivitas kebugaran, kini banyak yang menjadi layanan rekreasi komersial dengan nilai ekonomi yang menggiurkan,” tulis akun resmi Instagram @pajakku dikutip pada Minggu (6/7/2025).

Berikut daftar fasilitas olahraga yang dikenakan PBJT:

 

Kategori Lapangan

 

1. Tenis

 

2. Futsal, sepak bola, dan mini soccer

 

3. Bulu tangkis

 

4. Basket

 

5. Voli

 

6. Tenis meja

 

7. Panahan

 

8. Menembak

 

9. Squash

 

10. Bisbol/sofbol

 

Kategori Tempat & Aktivitas

 

11. Bowling

 

12. Biliar

 

13. Berkuda

 

14. Ice skating

 

15. Panjat tebing

 

16. Atletik/lari

 

17. Kebugaran (fitness center, termasuk yoga, pilates, dan zumba)

 

18. Kolam renang

 

19. Sasana tinju/bela diri

 

20. Jetski

 

21. Padel

Tutup