Tok! Alvin Ramsan Resmi Nahkodai BPC HIPMI Kabupaten Bekasi Hasil Forum Muscab ke-III

Alvin Ramsan bos air mineral WET resmi terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI Kabupaten Bekasi di Muscab ke-III.

Alvin Ramsan resmi nahkodai Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bekasi, ia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang (Muscab) III yang digelar di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Rabu (25/06/2026).

“HIPMI itu bukan hanya bicara kolaborasi atau bisnis, tetapi juga ada aspek sosialnya. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan jembatan bagi UMKM agar bisa berkompetisi di tingkat industri,” kata Alvin kepada wartawan.

Alvin menegaskan komitmennya untuk membawa HIPMI Kabupaten Bekasi menjadi organisasi yang tidak hanya fokus pada kolaborasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Alvin bertekad untuk membantu pengembangan kewirausahaan, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menciptakan wirausahawan yang tidak hanya sukses secara finansial tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Alvin juga menyoroti pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan UMKM di Kabupaten Bekasi. Dengan berkembangnya UMKM, diharapkan tercipta lebih banyak lapangan kerja yang pada akhirnya membantu menekan angka pengangguran di daerah tersebut.

“Dengan usaha anggota HIPMI yang semakin besar, otomatis akan ada lebih banyak lapangan kerja. Pemerintah daerah perlu menyiapkan regulasi yang mempermudah UMKM untuk tumbuh dan bersaing di tingkat industri dengan pelaku usaha dari luar,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja menyatakan bahwa potensi Kabupaten Bekasi masih sangat besar dan membutuhkan peran aktif dari para pengusaha muda. Ia mengajak HIPMI untuk berkontribusi dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Misalnya di satu kecamatan, anggota HIPMI bisa melibatkan 100 orang untuk bekerja. Contoh kecil seperti pengadaan kaos, baju seragam, atau alat tulis kantor (ATK) untuk perusahaan dapat melibatkan pengusaha muda,” kata Asep.

“Jika pengangguran dan kemiskinan berkurang, beban pemerintah juga akan berkurang. APBD yang ada bisa dialokasikan untuk program kesejahteraan masyarakat lainnya,” pungkas dia.

Tutup