Aliansi Peduli Lingkungan Hidup di Kabupaten Ende Tolak Pembangunan Geothermal

Foto: FLORESPOS

Massa aksi Aliansi Peduli Lingkungan Hidup di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak pembangunan geothermal.

Lantaran, pemerintah pusat lewat Kementerian ESDM sudah menetapkan Flores menjadi pulau geothermal pada 2017 lalu. Sekitar 2.000 warga turun ke jalan di Kota Ende menentang pembangunan geothermal di Flores.

Aksi demonstrasi ribuan orang ini dimulai dengan melakukan parade di Jalan Eltari menuju Kantor DPRD dan Kantor Bupati Ende.

Warga langsung masuk memenuhi halaman Kantor Bupati dan DPRD Ende untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami tidak menolak geothermal, tapi untuk konteks Flores, konteks Keuskupan Agung Ende, geothermal tidak pas. Ada solusi lain, bisa air, angin, matahari, begitu banyak,” kata Vikep Ende Romo Edi Dopo, dikutip pada Sabtu (7/6/2025).

Tak hanya itu, akibat pengeboran geothermal, produktivitas pertanian seperti kopi, cengkeh, dan sayur-mayur menurun. Masyarakat Flores yang 80 persen merupakan petani ini khawatir pengeboran geothermal bisa merusak pertanian yang ada.

Aktivitas pengeboran juga menyebabkan terjadinya konflik horizontal dan kerusakan budaya di Flores. Massa menuntut pemerintah pusat untuk mencabut keputusan yang menetapkan Flores sebagai pulau geothermal tersebut.

Tutup