23 Preman Berkedok Juru Parkir dan Ormas Diamankan Polres Jaksel dalam Operasi Brantas Jaya 2025
Sebanyak 23 orang yang diduga terlibat praktik premanisme berkedok juru parkir liar dan anggota organisasi masyarakat (ormas) diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan dalam operasi skala besar bertajuk Operasi Brantas Jaya 2025, Senin (19/5/2025). Operasi ini digelar menyasar titik-titik rawan kejahatan di wilayah Kemang dan Blok M.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bima Sakti, menyebutkan bahwa para pelaku diamankan karena melakukan pungutan liar kepada pengendara di ruang publik tanpa memiliki izin resmi, serta tidak menyetorkan hasil pungutan tersebut kepada instansi yang berwenang.
“Operasi ini menyasar tempat-tempat rawan seperti kawasan Blok M Square dan Taman Kemang, serta lingkungan yang diketahui menjadi tempat aktivitas premanisme, kepemilikan senjata tajam, penyalahgunaan narkoba dan miras, serta pos-pos ormas ilegal,” ungkap AKP Bima dari keterangan resminya, Selasa (20/5/2025).
Sasaran Terarah: Premanisme dan Pos Ormas Ilegal
Dalam operasi tersebut, petugas menyasar tiga aspek: orang, tempat, dan barang bukti. Dari segi orang, sasaran utama adalah juru parkir liar, pengamen yang meresahkan, dan oknum ormas yang melakukan tindakan premanisme terselubung.
Sementara dari sisi lokasi, petugas menertibkan lingkungan Blok M, Kemang, dan wilayah Pasar Minggu, termasuk posko ormas yang tidak memiliki izin pendirian di lahan fasilitas umum.
Barang Bukti dan Temuan
Dari hasil penggerebekan di Gardu Forum Betawi Rempug (FBR) wilayah Pasar Minggu, polisi menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan aktivitas ilegal dan kekerasan. Barang-barang tersebut meliputi:
• 10 bendera hijau bertuliskan FBR
• 1 bilah samurai
• 2 celurit
• 1 pedang panjang
• 2 stik golf
• 2 buku iuran bulanan
• 1 surat pengangkatan ketua gardu atas nama Burhanudin
• 1 surat kuasa penagihan utang
• 10 amplop permohonan finansial berkop FBR
• 8 botol kosong minuman keras
• 1 salinan buku anggaran dasar FBR
Langkah Penegakan Hukum dan Pembinaan
Seluruh pihak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk didata dan diberikan pembinaan lebih lanjut. Operasi ini juga mencakup patroli keliling guna memantau dan mengantisipasi munculnya kembali praktik serupa.
“Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Polres Metro Jaksel untuk memberantas segala bentuk premanisme dan ormas ilegal yang meresahkan masyarakat,” tutup Bima.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama warga di sekitar lokasi operasi, yang merasa lebih aman dan nyaman pasca penertiban.





