Pengamat Asing Prediksi Harga BBM di Indonesia Bisa Naik

Petugas SPBU Pertamina. Foto: Antara

Seorang warga negara Singapura yang tinggal di Indonesia, Nicholas Wu, menyoroti kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang dinilainya relatif stabil di tengah gejolak harga global.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Nicholas mengungkapkan keheranannya terhadap kondisi tersebut, terutama jika dibandingkan dengan negaranya.

Ia menyebut, dalam beberapa pekan terakhir, harga BBM di Singapura terus mengalami kenaikan mengikuti fluktuasi pasar internasional.

“Kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini memengaruhi semua orang, kecuali warga Indonesia,” ujar Nicholas.

Ia menilai stabilnya harga BBM di Indonesia tidak lepas dari peran pemerintah yang masih memberikan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan kebijakan di Singapura yang sepenuhnya mengandalkan mekanisme pasar.

“Selama tiga minggu terakhir, Pemerintah Indonesia tidak pernah menaikkan harga bensin bersubsidi mereka,” katanya.

Nicholas bahkan mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang dinilainya berupaya melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi global.

“Saya sangat mengagumi Pemerintah Indonesia karena mereka benar-benar berusaha melindungi warganya,” tuturnya.

Meski demikian, ia memperkirakan kebijakan subsidi tidak akan bisa dipertahankan selamanya, terutama jika beban fiskal semakin besar.

Ia menilai penyesuaian harga BBM kemungkinan tetap akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai langkah menjaga keseimbangan anggaran.

“Saya yakin dalam beberapa hari atau minggu ke depan akan ada pengumuman dari pemerintah,” ujarnya.

Nicholas pun mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan tersebut, mengingat dinamika harga energi global yang masih fluktuatif.

Tutup