Pasar Murah Jadi Stimulus Ekonomi Rakyat
Program pasar murah yang digelar pemerintah di kawasan Monumen Nasional tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli sekaligus menghidupkan perputaran ekonomi pasca-Lebaran. Ribuan warga memadati lokasi acara, memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan, mulai dari pembagian sembako hingga produk UMKM.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan sekitar 100 ribu kupon belanja senilai Rp500 ribu per orang. Dari jumlah tersebut, Rp200 ribu secara khusus dialokasikan untuk pembelian produk UMKM.
“Ini memang kami desain untuk menggerakkan pedagang kecil. Produk yang dijual berasal dari berbagai pusat perdagangan seperti Tanah Abang, Senen, hingga pasar-pasar lain di Jabodetabek,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha dalam jumlah besar menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Sekitar 1.000 pedagang kaki lima (PKL) dilibatkan untuk menyediakan beragam kebutuhan masyarakat.
Selain itu, panitia juga menyiapkan sekitar 300 ribu porsi makanan gratis yang dapat dinikmati pengunjung. Hal ini membuat kegiatan tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.
“Warga bisa datang, menikmati hiburan, makan gratis, sekaligus berbelanja kebutuhan untuk keluarga,” kata Teddy.
Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai program ini sebagai bagian dari perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat setelah periode libur panjang.
Menurutnya, keterlibatan ribuan pelaku usaha mikro secara langsung menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan penjualan hingga mendorong produksi baru.
“Ketika pedagang bisa menghabiskan stok, mereka akan kembali berproduksi. Di situlah ekonomi bergerak,” jelas Maman.
Produk yang ditawarkan dalam kegiatan ini mencakup sekitar 100 ribu item, mulai dari pakaian, sepatu, hingga tas. Pemerintah berharap momentum ini dapat membantu pelaku usaha mengelola stok sekaligus mempercepat perputaran modal.
Pasar murah ini menjadi bagian dari rangkaian acara “Lebaran Bersama Rakyat”, sebuah inisiatif yang menggabungkan kegiatan ekonomi, hiburan, dan bantuan sosial. Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari level paling bawah.





