MBG Berujung Keracunan Massal, Boraks Ditemukan di Makanan

Ilustrasi tempat makanan MBG.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi siswa justru berujung tragedi di wilayah Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Sebanyak 162 siswa dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga tercemar zat berbahaya.

Hasil investigasi gabungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap fakta serius terkait kualitas makanan yang disajikan dalam program tersebut.

Ketua tim investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan melalui dua tahap, yakni uji cepat oleh dinas kesehatan setempat dan uji laboratorium lanjutan oleh BPOM.

Dari hasil uji tersebut, ditemukan kandungan boraks dalam kadar tinggi pada sejumlah menu makanan yang dikonsumsi siswa.

Menu yang terindikasi tercemar meliputi telur kecap, tempe goreng, serta tumis sayuran—bahan makanan yang seharusnya tidak memerlukan tambahan pengawet kimia.

“Kami menemukan kadar boraks berkisar antara 100 hingga 5.000 mg/L. Ini jelas tidak bisa ditoleransi,” tegas Arie.

Selain zat kimia, investigasi juga menemukan kontaminasi bakteri berbahaya yang memperkuat dugaan buruknya standar higienitas dalam pengolahan makanan.

Dua jenis bakteri yang terdeteksi adalah Escherichia coli yang mengindikasikan sanitasi buruk, serta Bacillus cereus yang dikenal dapat memicu muntah dan diare.

Insiden yang terjadi pada 15 April 2026 itu tidak hanya berdampak pada siswa dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Air Asuk, tetapi juga beberapa warga yang ikut mengonsumsi makanan tersebut.

Tutup