Kanada Kurangi Ketergantungan Militer ke AS
Kebijakan pertahanan Kanada mengalami pergeseran signifikan setelah pemerintah memutuskan untuk mengurangi dominasi alokasi anggaran militer ke Amerika Serikat. Selama ini, porsi belanja pertahanan yang mengalir ke Negeri Paman Sam disebut mencapai sekitar 70 persen.
Perdana Menteri Mark Carney menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian pertahanan. Pemerintah Kanada kini berfokus memperkuat industri militer domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan global.
“Kami ingin memastikan kemampuan pertahanan Kanada dibangun dari dalam negeri, sehingga lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Carney dalam pernyataannya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan Prancis yang lebih dahulu mendorong otonomi strategis di sektor pertahanan. Negara tersebut berupaya mengurangi dominasi Amerika Serikat dalam arsitektur keamanan Barat dan memperkuat kapasitas militernya sendiri.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebelumnya juga menyerukan pentingnya kemandirian bagi negara-negara sekutu. Ia menekankan bahwa ketergantungan berlebihan pada satu kekuatan besar berpotensi melemahkan posisi strategis dalam jangka panjang.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Kanada turut mempercepat peningkatan anggaran militernya. Negara tersebut bahkan dilaporkan telah memenuhi target belanja pertahanan sebesar 2 persen dari produk domestik bruto (PDB), sesuai komitmen dalam NATO, lebih cepat dari jadwal.
Perubahan arah kebijakan ini mencerminkan pergeseran dalam peta geopolitik global. Negara-negara sekutu yang sebelumnya sangat bergantung pada Amerika Serikat kini mulai memperkuat kapasitas pertahanan masing-masing.
Selain itu, upaya diversifikasi kerja sama militer juga mulai terlihat, dengan negara-negara Barat berupaya menciptakan hubungan yang lebih seimbang dan tidak terpusat pada satu kekuatan dominan.
Pengamat menilai langkah Kanada menjadi sinyal kuat bahwa dunia tengah memasuki fase baru. Dalam fase ini, kekuatan global tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai kawasan dengan tingkat kemandirian yang lebih tinggi.
Dengan demikian, keputusan Kanada tidak hanya berdampak pada kebijakan domestik, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika aliansi internasional. Pergeseran ini menandai babak baru dalam konfigurasi kekuatan global yang lebih multipolar dan kompetitif.





