Juru Parkir Tolak Vendor, Aksi Protes di Mie Gacoan Memanas

Mie Gacoan Pekalongan.

Ketegangan terjadi di gerai Mie Gacoan yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, pada Sabtu (11/4/2026). Upaya mediasi antara pihak manajemen dan juru parkir setempat berakhir tanpa kesepakatan, memicu aksi protes berupa pendudukan area parkir oleh massa.

Pertemuan yang sebelumnya diharapkan menjadi solusi justru menemui jalan buntu. Kedua pihak mempertahankan posisi masing-masing tanpa menemukan titik temu terkait pengelolaan parkir di lokasi tersebut.

Dari sisi juru parkir, penolakan disampaikan secara tegas terhadap rencana penerapan sistem parkir melalui vendor pihak ketiga. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan sumber penghasilan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Kami hanya ingin tetap bekerja seperti biasa. Kalau semuanya dialihkan ke vendor, kami kehilangan mata pencaharian,” ujar salah satu juru parkir yang ikut dalam aksi, Sabtu (11/4/2026).

Sementara itu, pihak manajemen tetap berpegang pada rencana awal untuk menggunakan jasa pengelola parkir profesional. Langkah tersebut dinilai penting guna menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Ketidaksepahaman tersebut membuat proses mediasi berakhir tanpa hasil. Tidak adanya skema kompromi atau solusi bersama mendorong para juru parkir memilih bertahan di lokasi sebagai bentuk tekanan terhadap pihak manajemen.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan orang masih berada di area parkir dan sekitar gerai. Mereka menduduki titik-titik strategis di pintu masuk sebagai bentuk protes atas kebijakan yang dianggap merugikan.

Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas operasional gerai. Meskipun pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan, suasana di sekitar lokasi terpantau tidak kondusif, terutama di akses keluar-masuk kendaraan.

Sejumlah pelanggan mengaku enggan singgah karena merasa tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi. Mereka khawatir situasi dapat memicu kericuhan atau mengganggu keamanan.

Di sisi lain, belum terlihat adanya langkah konkret dari kedua pihak untuk kembali membuka ruang dialog dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat konflik berpotensi berlarut jika tidak segera ditangani.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait rencana mediasi ulang maupun langkah pengamanan dari aparat setempat guna meredam eskalasi situasi.

Tutup