Isu Pencopotan Purbaya dan Perry Warjiyo Dibantah Istana

Prasetyo Hadi, accompanied by the Cabinet Secretary, delivered a press statement at the Presidential Office, Monday (8/9/2025) afternoon.

Pemerintah menepis spekulasi yang berkembang mengenai kemungkinan pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan nasional. Kabar tersebut dipastikan tidak memiliki dasar dan tidak pernah menjadi pembahasan di lingkungan pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden bersama jajaran pemerintah tetap memberikan kepercayaan penuh kepada otoritas fiskal dan moneter untuk menjalankan tugas menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo usai mengikuti rapat koordinasi bersama DPR, kementerian, dan lembaga terkait di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, isu pergantian pejabat ekonomi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir hanya spekulasi yang tidak berdasar.

“Rumor itu tidak benar. Tidak ada rencana pergantian dan tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut,” ujar Prasetyo.

Ia mengatakan tantangan ekonomi global yang semakin dinamis justru menuntut pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi. Oleh sebab itu, fokus utama saat ini adalah memastikan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan berjalan selaras dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Menurut Prasetyo, ketidakpastian geopolitik internasional, perlambatan ekonomi global, hingga gejolak pasar keuangan menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama. Dalam situasi tersebut, stabilitas dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Pernyataan pemerintah ini muncul setelah beredarnya isu yang mengaitkan pelemahan rupiah dan penurunan pasar saham dengan kinerja otoritas ekonomi nasional. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi cukup dalam.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan IHSG sepanjang perdagangan 2 hingga 5 Juni 2026 turun sekitar 8,69 persen. Indeks yang sebelumnya berada di level 6.127 terkoreksi hingga ditutup pada posisi 5.594.

Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai kemungkinan adanya evaluasi terhadap pejabat ekonomi. Namun pemerintah menilai gejolak yang terjadi merupakan bagian dari tantangan ekonomi yang juga dihadapi banyak negara dan harus direspons melalui kebijakan yang terukur.

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah bersama Bank Indonesia dan seluruh otoritas terkait terus bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Penguatan koordinasi disebut menjadi langkah utama guna menghadapi tekanan global sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dan koordinasi. Dalam situasi seperti sekarang, komunikasi dan sinergi antarlembaga harus semakin kuat agar berbagai tantangan ekonomi dapat dihadapi dengan baik,” katanya.

Tutup