Goes to School FPK Tanamkan Nilai Kebangsaan
Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi mengajak pelajar memperkuat toleransi dan menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya. Pesan tersebut disampaikan melalui program Goes to School di SMP Negeri 5 Tambun Utara, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan sosialisasi yang diikuti ratusan siswa kelas VIII dan IX itu menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong pelajar menghindari konflik, termasuk tawuran antarpelajar.
Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH Akhmad Ghufron, menjelaskan bahwa FPK merupakan wadah pembauran masyarakat dari berbagai etnis yang dibentuk pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006.
Menurutnya, FPK memiliki peran dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Undang-Undang Dasar 1945. Organisasi tersebut juga berfungsi menampung aspirasi serta membantu menyelesaikan persoalan atau konflik horizontal antaretnis dan antarsuku.
Ghufron menilai pemahaman mengenai keberagaman perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda terbiasa menghormati perbedaan dan tidak mudah terlibat dalam perselisihan.
“Adik-adik adalah para calon pemimpin bangsa ke depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kerukunan agar tidak terjadi konflik. Adik-adik harus menjaga nama baik sekolah, orang tua, dan Kabupaten Bekasi,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia juga menjelaskan bahwa pembauran bukan berarti menghilangkan identitas masing-masing kelompok. Sebaliknya, masyarakat dapat hidup bersama, saling mengenal, dan tetap mempertahankan kebudayaan masing-masing.
Ghufron kemudian mengingatkan para siswa di wilayah Tambun Utara agar mengembangkan potensi diri melalui prestasi, bukan kekerasan. Ia mendorong pelajar menjadi teladan di bidang ilmu pengetahuan, sains, maupun keagamaan.
“Tambun Utara terkenal di Kabupaten Bekasi dengan jawaranya. Nah, adik-adik harus tumbuh menjadi teladan bagi yang lain. Harus menjadi jawara di bidang ilmu pengetahuan, sains, atau qori buat umat muslim,” tuturnya.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, turut mengapresiasi pelaksanaan edukasi kebangsaan tersebut. Ia menilai kegiatan di lingkungan sekolah menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya persatuan.
Robert berharap program serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung terciptanya suasana yang damai serta mempererat hubungan antaretnis dan antarbudaya di Kabupaten Bekasi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan serta hubungan antar etnis dan antar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 5 Tambun Utara, Tri Hastuti. Menurutnya, materi yang diberikan FPK sejalan dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah.
Ia menyebut para siswa berasal dari berbagai suku di Indonesia sehingga pemahaman mengenai toleransi dan keberagaman menjadi penting dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Tri berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menghargai perbedaan budaya dan menjaga kerukunan.
“Kami berharap para siswa bisa semakin memahami keragaman budaya yang ada di seluruh Indonesia, saling menghargai, dan bisa lebih menjaga kerukunan antaretnis yang ada di Indonesia,” tandasnya.




