BNPB Ingatkan Karhutla Belum Terkendali
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih perlu diwaspadai. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena tercatat memiliki sebaran titik panas atau hotspot yang tinggi di tengah kondisi karhutla yang masih berubah-ubah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan perkembangan titik panas dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan situasi yang berbeda di setiap wilayah. Sejumlah daerah mengalami penurunan, sementara wilayah lainnya justru mencatat peningkatan titik panas dan luas kebakaran.
“Tren hotspot dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa kondisi karhutla masih dinamis. Ada penurunan di sejumlah wilayah, tetapi di wilayah lain titik panas dan luas kebakaran justru meningkat,” kata Berton kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Ia mengingatkan agar penurunan jumlah titik panas dalam satu hari tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa kebakaran telah terkendali.
“Karena itu, kita tidak bisa hanya melihat penurunan hotspot dalam satu hari sebagai tanda bahwa karhutla sudah terkendali,” tambahnya.
Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Namun, temuan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran hutan atau lahan. Pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pemantauan dan pengendalian karhutla. Kondisi cuaca kering, vegetasi yang mudah terbakar, serta keberadaan lahan gambut dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas apabila tidak segera ditangani.
Upaya pengendalian membutuhkan koordinasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, hingga masyarakat. Pemantauan titik panas secara berkala juga menjadi bagian penting untuk menentukan lokasi yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Selain pemantauan, langkah pencegahan dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemadaman di lokasi kebakaran, serta peningkatan kesiapan personel dan peralatan.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan turut diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api menyebar ke kawasan lain.
BNPB mengingatkan bahwa perkembangan karhutla perlu dipantau secara berkelanjutan. Penurunan titik panas sesaat belum cukup untuk memastikan situasi aman, sehingga kesiapsiagaan dan pencegahan tetap diperlukan.




