PGN Catat Pendapatan US$3,9 Miliar pada 2025
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan kode saham PGAS meraih penghargaan Best Energy Sector – IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. Penghargaan ini diberikan atas sejumlah indikator, termasuk reputasi perusahaan, minat investor, kontribusi dividen, dan kepemilikan saham publik.
Dalam penilaian yang mengusung tema Connecting Leaders, Championing Growth dan semangat A Decade of Leadership tersebut, PGN memperoleh skor maksimal 5 pada empat indikator, yakni public shares, minat investor, kontribusi dividen, dan reputasi.
Penilaian penghargaan turut mempertimbangkan kinerja keuangan, kepatuhan terhadap ketentuan saham publik atau free float, jumlah pemegang saham, serta status pencatatan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Capaian itu sejalan dengan kinerja keuangan PGN sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$3,9 miliar, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, PGN mencatat laba operasi US$519,6 juta dan laba bersih US$215,4 juta.
Selain kinerja operasional, kontribusi kepada pemegang saham juga menjadi salah satu indikator penilaian. PGN membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar US$172,29 juta atau sekitar Rp3,04 triliun, berdasarkan kurs Bank Indonesia sebesar Rp17.673 per dolar AS.
Pembagian dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80 persen dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk, yakni US$215,36 juta.
Kebijakan pembagian dividen itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi pemegang saham dan kebutuhan pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya perusahaan mempertahankan kinerja sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PGN dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham. PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan mempertahankan disiplin keuangan dan memperkuat fundamental bisnis,” ujar Fajriyah.
Ke depan, PGN memandang kebutuhan energi nasional dan peran gas bumi sebagai energi transisi masih membuka peluang pertumbuhan bisnis. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, perusahaan berupaya menjaga keandalan operasional melalui pengelolaan pasokan gas bumi menggunakan jaringan pipa maupun moda nonpipa, seperti liquefied natural gas (LNG) dan compressed natural gas (CNG).
Optimalisasi infrastruktur serta peningkatan efisiensi operasional dan keuangan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis gas bumi.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menyatakan akan terus mengembangkan solusi energi bagi berbagai segmen pelanggan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham serta pemangku kepentingan.



