Jangan Asal Simpan Skincare, Ini yang Perlu Diperhatikan
Harga mahal bukan satu-satunya jaminan skincare tetap dalam kondisi baik hingga akhir masa pakainya. Cara menyimpan produk ternyata juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas formula, terutama pada produk yang mengandung bahan aktif yang sensitif terhadap lingkungan.
Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah perubahan pada serum vitamin C. Produk yang semula berwarna bening atau kekuningan dapat berubah menjadi lebih gelap setelah beberapa waktu. Aroma dan teksturnya pun terkadang ikut berubah.
Kondisi tersebut tidak selalu berarti produk yang dibeli memiliki kualitas buruk. Penyimpanan yang kurang tepat dapat mempercepat proses oksidasi, terutama ketika skincare terlalu sering terpapar panas, cahaya, kelembapan, atau udara.
Melansir Heilo Skincare, faktor lingkungan tersebut dapat memengaruhi stabilitas sejumlah kandungan aktif. Jika formula tidak disimpan sesuai anjuran, efektivitas produk dapat menurun dan perubahan warna, tekstur, maupun aroma bisa terjadi sebelum tanggal kedaluwarsa.
Kebiasaan menyimpan skincare di tempat yang salah masih cukup sering dilakukan. Kamar mandi, misalnya, memang praktis karena produk mudah dijangkau, tetapi area tersebut cenderung lembap dan mengalami perubahan suhu.
Begitu pula dengan menaruh skincare di dekat jendela, meja yang terkena matahari, atau bahkan meninggalkannya di dalam mobil. Suhu yang terlalu tinggi dan perubahan temperatur yang ekstrem dapat memengaruhi kondisi formula.
Agar produk kecantikan tetap terjaga, beberapa kebiasaan berikut dapat mulai diterapkan.
1. Pilih tempat penyimpanan yang sejuk dan kering
Tidak semua produk harus dimasukkan ke kulkas. Sebagian besar skincare cukup disimpan pada suhu ruangan yang stabil, jauh dari sumber panas dan kelembapan.
Meja rias, laci, atau lemari tertutup dapat menjadi pilihan selama tidak terkena sinar matahari langsung.
2. Jauhkan dari cahaya matahari
Cahaya dapat memengaruhi beberapa bahan aktif, termasuk vitamin C. Karena itu, produk sebaiknya disimpan di tempat teduh, terlebih jika kemasannya tidak dirancang untuk melindungi isi dari paparan cahaya.
Untuk produk yang sensitif terhadap cahaya, kemasan berwarna gelap atau tidak tembus cahaya dapat membantu memberikan perlindungan tambahan.
3. Segera tutup setelah digunakan
Udara yang masuk ke dalam kemasan secara terus-menerus dapat mempercepat oksidasi pada sejumlah formula. Kemasan yang dibiarkan terbuka juga meningkatkan risiko produk terkontaminasi.
Setelah mengambil produk, pastikan tutup botol atau jar kembali terpasang dengan rapat.
4. Hindari suhu yang terlalu ekstrem
Perubahan suhu berulang, dari kondisi sangat panas kemudian berpindah ke tempat dingin, juga tidak ideal bagi sebagian produk.
Secara umum, skincare lebih baik ditempatkan di lingkungan dengan suhu yang stabil. Jangan meninggalkan produk di dalam mobil atau tempat lain yang mudah mengalami kenaikan suhu.
5. Perhatikan masa penggunaan setelah dibuka
Tanggal kedaluwarsa bukan satu-satunya informasi yang perlu diperhatikan. Beberapa produk juga memiliki batas penggunaan setelah kemasan pertama kali dibuka.
Simbol berbentuk wadah terbuka pada kemasan biasanya disertai keterangan seperti 6M atau 12M. Angka tersebut menunjukkan perkiraan waktu penggunaan setelah produk dibuka.
Untuk memudahkan, catat tanggal pertama kali membuka produk pada kemasan atau gunakan label kecil sebagai pengingat.
Tidak Semua Skincare Perlu Masuk Kulkas
Menyimpan skincare di kulkas memang dapat memberikan sensasi dingin ketika produk digunakan, tetapi bukan berarti semua produk membutuhkan suhu rendah.
Eye cream atau eye gel, misalnya, dapat terasa lebih menyegarkan ketika diaplikasikan dalam kondisi dingin. Sheet mask juga dapat memberikan sensasi menenangkan ketika digunakan setelah didinginkan.
Beberapa serum vitamin C juga dapat disimpan di tempat yang sejuk untuk membantu memperlambat proses oksidasi, selama petunjuk penyimpanan pada kemasan memungkinkan.
Produk berbahan alami atau organik juga terkadang membutuhkan perhatian lebih karena formulanya dapat memiliki karakteristik dan sistem pengawet yang berbeda.
Sebaliknya, pelembap, cleansing oil, facial oil, sunscreen, dan clay mask umumnya tidak harus disimpan di kulkas. Tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari biasanya sudah cukup.
Cara Menyimpan Skincare Berdasarkan Kandungannya
Perbedaan bahan aktif juga perlu diperhatikan karena setiap formula memiliki tingkat sensitivitas yang tidak sama.
Vitamin C termasuk bahan yang relatif mudah mengalami oksidasi. Simpan dalam kemasan yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya. Jika warna produk berubah menjadi jauh lebih gelap, misalnya kuning tua atau kecokelatan, sebaiknya periksa kembali petunjuk produk sebelum melanjutkan pemakaian.
Retinol sebaiknya ditempatkan di area yang sejuk dan gelap serta tidak sering terpapar udara maupun cahaya.
Peptide umumnya cukup disimpan di tempat kering dengan suhu yang stabil. Pastikan kemasannya selalu tertutup setelah digunakan.
Hyaluronic acid relatif stabil, tetapi kebersihan kemasan tetap penting. Hindari menyentuh isi produk secara langsung, terutama jika menggunakan kemasan jar.
Sementara itu, AHA dan BHA pada umumnya dapat disimpan pada suhu ruangan selama terlindung dari panas dan paparan sinar matahari langsung.
Pada akhirnya, menjaga skincare tidak selalu membutuhkan kulkas atau tempat penyimpanan khusus. Kebiasaan sederhana seperti memilih lokasi yang tepat, menutup kemasan dengan rapat, serta memperhatikan perubahan warna dan aroma dapat membantu mempertahankan kualitas produk.
Jika suatu skincare mengalami perubahan yang mencolok pada warna, aroma, tekstur, atau menimbulkan reaksi yang tidak biasa ketika digunakan, sebaiknya jangan mengabaikannya. Periksa petunjuk penyimpanan dari produsennya dan pertimbangkan untuk menghentikan pemakaian bila kondisi produk sudah berubah.



