Maia Estianty Tetap Bekerja

Maia Estianty

Aktivitas bisnis yang masih dijalankan Maia Estianty di media sosial justru memantik perdebatan di ruang publik. Sejumlah warganet mempertanyakan pilihannya untuk tetap berjualan secara daring, meski ia dikenal memiliki kondisi finansial yang mapan.

Cibiran tersebut muncul dengan asumsi bahwa kekayaan yang dimiliki—termasuk latar belakang sebagai istri pengusaha sukses—seharusnya membuat Maia tidak lagi perlu bekerja. Namun, anggapan itu justru dibantah langsung oleh musisi sekaligus produser tersebut.

Dalam perbincangan di kanal podcast milik Atta Halilintar, Maia menegaskan bahwa bekerja bukan semata soal kebutuhan ekonomi, melainkan bagian dari prinsip hidup yang ia pegang sejak lama.

“Banyak yang bilang, ‘sudah kaya, kenapa masih jualan?’ Justru itu pola pikir yang keliru. Bekerja itu bukan cuma soal uang,” ujarnya.

Maia bahkan menanggapi kritik tersebut dengan nada tegas. Ia menilai sebagian komentar bernuansa merendahkan justru mencerminkan pola pikir pasif yang tidak produktif.

“Kalau cuma diam dan tidak mau berusaha, ya itu pilihan. Tapi jangan menyalahkan orang lain yang tetap ingin aktif,” katanya.

Lebih jauh, Maia mengungkap bahwa etos kerja tersebut juga dipengaruhi oleh sosok suaminya, Irwan Mussry. Meski telah mencapai kesuksesan secara finansial, Irwan disebut tetap konsisten menjalankan aktivitas bisnisnya hingga saat ini.

“Suami saya saja yang sudah mapan masih terus bekerja. Itu yang saya jadikan contoh,” tutur Maia.

Bagi Maia, produktivitas memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar keuntungan pribadi. Ia menilai aktivitas bisnis yang dijalankan turut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi, termasuk membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Dengan kita bekerja, ada roda ekonomi yang berputar. Ada orang lain juga yang ikut terbantu,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap pandangan yang menganggap kesuksesan identik dengan berhenti bekerja. Maia menilai cara berpikir semacam itu terlalu sempit dan tidak melihat dampak jangka panjang dari aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, Maia mengakui bahwa kebiasaan untuk terus aktif telah terbentuk sejak usia muda. Ia merasa tidak nyaman jika harus berdiam diri tanpa melakukan sesuatu yang produktif.

“Saya sudah terbiasa bekerja dari dulu. Jadi kalau tidak melakukan apa-apa, justru merasa tidak nyaman,” ungkapnya.

Kini, di usia yang telah memasuki kepala lima, Maia menegaskan komitmennya untuk tetap berkarya dan berkontribusi. Ia bahkan menyebut keinginan untuk terus bekerja sebagai bagian dari cara hidup yang ingin ia pertahankan hingga usia lanjut.

“Saya ingin terus melakukan hal yang bermanfaat, selama masih diberi kemampuan,” tutupnya.

Berita Lainnya

Rumah Singgah Julia Perez

Muhamad Noer Hikam
0
Rumah Singgah Julia Perez

Amanda Manopo Hadapi Insecure

Muhamad Noer Hikam
0
Amanda Manopo Hadapi Insecure
0
Nathalie Holscher Siap Menikah Lagi?
Tutup