Rumah Singgah Julia Perez
Nama Julia Perez kembali mencuat ke ruang publik, hampir satu dekade setelah kepergiannya. Perbincangan ini dipicu oleh kondisi keluarga yang disebut tengah menghadapi tekanan ekonomi, sekaligus nasib rumah singgah peninggalan almarhumah yang hingga kini belum difungsikan secara optimal.
Ibunda Jupe, Sri Wulansih, diketahui sempat meminta bantuan kepada Raffi Ahmad untuk membeli salah satu aset berupa apartemen peninggalan putrinya. Langkah tersebut diambil sebagai upaya meringankan beban finansial yang kini dihadapi keluarga.
Di tengah situasi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada rumah singgah yang pernah dibangun Jupe sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker. Fasilitas yang berlokasi di kawasan Pondok Ranggon, Jakarta Timur itu hingga kini belum beroperasi, meski telah diresmikan sejak 2016.
Adik Jupe, Nia Anggia, mengungkapkan bahwa secara fisik bangunan rumah singgah tersebut masih ada. Namun, sejumlah kendala teknis dan administratif membuat operasionalnya tertunda.
“Rumah singgahnya masih ada, tetapi memang belum bisa digunakan. Untuk menjalankannya dibutuhkan proses panjang, termasuk perizinan dan kesiapan biaya,” ujarnya saat dihubungi.
Selain aspek legalitas, kondisi bangunan juga menjadi perhatian. Nia menyebut, rumah tersebut mengalami penurunan kualitas karena tidak ditempati dalam waktu lama, sehingga memerlukan renovasi besar sebelum bisa difungsikan kembali.
“Karena sudah bertahun-tahun tidak dihuni, ada beberapa bagian yang rusak dan perlu diperbaiki,” jelasnya.
Padahal, rumah singgah tersebut merupakan salah satu amanah penting yang ditinggalkan Jupe sebelum wafat pada 10 Juni 2017. Semasa hidupnya, ia memiliki visi agar tempat itu dapat menjadi ruang singgah sementara bagi pasien kanker, khususnya anak-anak dari luar daerah yang menjalani pengobatan di Jakarta.
“Keinginan itu memang besar sekali dari almarhumah. Tapi saat ini keluarga masih terkendala dua hal utama, yaitu biaya dan perizinan,” kata Nia.




